Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Pustral UGM : Kenaikan Harga BBM Bisa Kurangi Penumpang Angkutan Umum

Kenaikan harga BBM akan memberikan dampak bagi masyarakat pengguna transportasi angkutan umum . 

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kenaikan harga BBM akan memberikan dampak bagi masyarakat pengguna transportasi angkutan umum

Beberapa daerah bahkan telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan harga kenaikan BBM

Menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, komponen bahan bakar menjadi komponen yang terbesar pada operasional layanan transportasi berkisar 11-40 persen. 

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada ( Pustral UGM ) , Dr. Ir. Dewanti, MS, mengatakan kenaikan tarif angkutan umum dan transportasi daring akan memberikan dampak bagi penurunan jumlah penumpang namun hal itu tidak hanya berlangsung sesaat.

Baca juga: Pakar Kebijakan Publik UGM : Kenaikan BBM Perlu Diimbangi Ketersediaan Angkutan Umum

“Biasanya masyarakat akan mengurangi kegiatan perjalanan dengan kenaikan tarif. Tapi bagi yang membutuhkan perjalanan, hal itu tidak menjadi masalah karena menjadi kebutuhan mereka untuk kelancaran aktivitas pekerjaannya,” katanya, Kamis (15/9/2022).

Seperti diketahui, beberapa daerah telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan kenaikan harga BBM

Namun, ada juga beberapa daerah yang tidak melakukan kenaikan tarif seperti Trans Jogja DIY.

“Di DIY tarif tidak dinaikkan, namun layanan dikurangi seperti jarak waktu antar kedatangan bisa di halte agar kenaikan BBM tidak berdampak begitu besar,” ujarnya.

Dewanti juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Provinsi DKI yang memberikan subsidi yang cukup besar bagi Transjakarta agar tidak mengalami kenaikan tarif. 

Baca juga: Ekonom Sebut Transportasi Adalah Sektor Paling Terdampak Kenaikan BBM Subsidi

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh DKI tidak semua daerah bisa melakukan hal yang sama karena terbatasnya anggaran.

“Tergantung kemampuan keuangan daerah untuk bisa memberikan subsidi angkutan umum agar tarif tidak naik,” katanya.

Kenaikan tarif BBM sekarang ini, kata dia, tidak hanya dirasakan oleh angkutan umum saja, tapi juga pengelola angkutan.

Mereka juga melakukan penyesuaian kenaikan tarif untuk membantu terjaganya pendapatan mitra pengemudi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved