Sebanyak 14 Persen Kendaraan di DI Yogyakarta Sudah Mendaftar Subsidi Tepat MyPertamina

Sales Manager Area Jateng-DIY, Ivan Syuhada mengatakan saat ini jumlah pendaftar subsidi di DI Yogyakarta masih 14 persen dari jumlah kendaraan yang

ist
Logo Pertamina 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina mengimbau masyarakat untuk segera mendaftar subsidi tepat melalui website subsiditepat.mypertamina.id

Sales Manager Area Jateng-DIY, Ivan Syuhada mengatakan saat ini jumlah pendaftar subsidi di DI Yogyakarta masih 14 persen dari jumlah kendaraan yang ada.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat segera mendaftar subsidi tepat. 

Baca juga: Ini Tuntutan Para Buruh DI Yogyakarta yang Tolak Kenaikan Harga BBM di Gedung Wakil Rakyat

"Kami imbau warga DIY untuk segera mendaftar. Karena jumlah kendaraan  yang mendaftar baru 14 persen dari jumlah kendaraan yang ada," katanya saat menghadiri konferensi pers analisa dan evaluasi penanganan BBM 2022 di Polda DIY, Rabu (07/09/2022). 

Ivan menerangkan setelah mendaftar, masyarakat bakal menerima QR code, yang nantinya digunakan  memverifikasi saat pembelian BBM subsidi.

Meski saat ini SPBU juga melakukan pencatatan plat kendaraan secara manual, namun masyarakat tetap diminta mendaftar. 

"Kalau nanti pemerintah sudah memutuskan untuk full QR Code, maka masyarakat yang belum mendaftar tidak bisa membeli BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar. Karena sekarang masih dibuka pendaftarannya, silahkan segera mendaftar," terangnya. 

Ivan menyebut, meski saat ini harga Pertalite dan Solar naik.

Namun harga yang ditetapkan saat ini masih di bawah harga keekonomiannya. 

Ia berharap masyarakat turut mengawasi pelaksanaan subsidi, sehingga BBM subsidi tepat sasaran.

Pihaknya juga meminta dukungan dari Polda DIY untuk terus mengawal penyaluran BBM subsidi, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan. 

Sementara itu, Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Rianto mengungkapkan Polda DIY, Polres Sleman, Polres Kulonprogo, dan Polres Gunungkidul berhasil mengungkap penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah DIY. Total ada enam kasus yang berhasil diungkap. 

"Polda DIY mengungkap tiga kasus, pertama 8 April, tersangka AD (39). Kemudian 17 April ada satu tersangka, TY (44). Untuk dua kasus tersebut sudah P21. Kemarin 1 Juni kami juga mengungkap satu kasus, tersangka ada dua, HY (37) dan UN (40). Saat ini dalam proses sidik," ungkapnya. 

Baca juga: Pesawat Latih Jatuh di Selat Madura, TNI AL Kerahkan 13 KRI Lakukan Pencarian

Modus yang digunakan para tersangka adalah dengan memodifikasi tangki kendaraan, sehingga kapasitasnya lebih tinggi. Ada yang memodifikasi menjadi kapasitas 300 liter hingga 5.000 liter. 

Polres Sleman juga berhasil mengungkap satu kasus pada April lalu, dengan tersangka MIS (40). Pada bulan yang sama, Polres Kulonprogo juga berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial BN (41). 

Polres Gunungkidul juga berhasil mengamankan seorang tersangka berinisal S (65). 

Kepada seluruh tersangka disangkakan Pasal 55 atau Pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.  (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved