Berita Gunungkidul Hari Ini
Kenaikan Harga BBM Subsidi, Pedagang di Gunungkidul Harus Tambah Modal
Kenaikan harga BBM Subsidi membuat pelaku usaha di Gunungkidul harus kembali melakukan penyesuaian biaya. Termasuk bagi para pedagang bahan pokok
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kenaikan harga BBM Subsidi membuat pelaku usaha di Gunungkidul harus kembali melakukan penyesuaian biaya.
Termasuk bagi para pedagang bahan pokok (bapok).
Sugiyanti, pedagang Pasar Argosari Wonosari menuturkan kini ia harus menambah biaya operasional.
Pasalnya, barang dagangannya banyak dipasok dari luar daerah.
Baca juga: Anies Baswedan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini, Bawa Map Biru Saat Masuk ke Gedung Merah Putih
"Apalagi sayur-mayur, itu ngambilnya dari luar Gunungkidul, harus pakai angkutan," katanya pada Rabu (07/09/2022).
Sugiyanti biasanya memasok sayur mayur dari daerah seperti Magelang dan Karanganyar di Jawa Tengah.
Biaya operasionalnya otomatis naik untuk BBM kendaraan pengangkutnya.
Tak sekedar naik harga, ia juga menyebut jika pembelian BBM subsidi seperti solar juga harus dengan syarat.
Alhasil kondisi tersebut dirasa semakin menyulitkan dirinya sebagai pelaku usaha.
"Tapi ya mau bagaimana lagi, saya harus mengikuti aturannya," ujar Sugiyanti.
Ia mengakui juga naiknya harga BBM subsidi mulai berpengaruh pada harga bapok dagangannya.
Meski begitu, kenaikan harganya belum lah signifikan.
Kondisi serupa juga dikeluhkan oleh Menuk, pedagang lainnya.
Bahkan kini ia juga harus mendengarkan keluhan para pembeli berkaitan dengan naiknya harga BBM subsidi ini.
"Sebab mereka juga khawatir nanti harga bapok jadi ikut naik," jelasnya.
Baca juga: Kronologi Peserta Bimtek Lemparkan Botol Plastik Saat Suharso Masuki Ruang Mukernas PPP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Salah-satu-kios-pedagang-di-Pasar-Argosari-alx.jpg)