Berita Jogja Hari Ini
Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di DPRD DIY Diwarnai Perusakan Gerbang, Begini Pesan Kapolresta Yogya
Harapannya untuk aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi berikutnya dapat menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY Haryanta mengatakan, kerusuhan yang berujung pengrusakan pintu gerbang kantor DPRD DIY diharapkan menjadi sebuah pembelajaran.
"Kerusakan tidak begitu fatal, cuma roboh dan bisa dinaikkan lagi. Ini menjadi pembelajaran bersama," ujarnya.
"Saya kira masih kondusif. Tapi imbauan kapolresta masih banyak demo minggu-minggu ini," sambung Haryanta.
Dijelaskan olehnya, massa aksi tersebut tidak mengajukan permohonan audiensi.
Melainkan mereka hanya ingin berorasi di depan pintu gerbang DPRD DIY.
Pimpinan DPRD DIY sudah berusaha menemui massa aksi, akan tetapi situasi sempat memanas dan belum sempat ada dialog antara massa dengan pimpinan dewan.
"Tadi permohonan bapak pimpinan kami terima. Dan tadi disampaikan aspirasi normatif. Yang kedua tidak ada pemberitahuan aksi. Jadi sudah kami minta masuk, kelompok kedua menolak masuk. Pimpinan sudah masuk standby. Mereka inginnya orasi di depan," tegas dia.
Sebagai informasi, massa aksi di gedung DPRD DIY pada Rabu siang adalah gabungan dari Aliansi Rakyat Bergerak.
Mereka membawa 12 point tuntutan utama yang disuarakan di depan gedung DPRD DIY.
Baca juga: Pintu Gerbang DPRD DIY Dijebol Massa Aksi yang Menolak Kenaikan Harga BBM
Berikut isi tuntutan dari Aliansi Rakyat Bergerak dalam agenda unjuk rasa menolak kenaikkan BBM bersubsidi.
Tuntutan utama:
1. Tolak Kenaikan BBM dan Tolak Kenaikan Harga Bahan Pokok
2. Tolak RUU KUHP dan RUU Sisdiknas
3. Wujudkan Reforma Agraria Sejati
4. Usut Tuntas Kasus Pelanggaran Ham yang dilakukan oleh Negara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aksi-Tolak-Kenaikan-Harga-BBM-di-DPRD-DIY-Diwarnai-Perusakan-Gerbang-Begini-Pesan-Kapolresta-Yogya.jpg)