Mengukur Perubahan Respons Tubuh Ferdy Sambo Cs saat Interogasi, Inilah Cara Kerja Lie Detector

Cara kerja lie detector, perangkat elektronik yang mengukur perubahan respon tubuh Ferdy Sambo dalam interogasi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.COM/ Kristianto Purnomo
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Tim Khusus (Timsus) Polri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Credit : foto.kompas.com/ Kristianto Purnomo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Lie detector merupakan perangkat elektronik untuk mengukur perubahan respons tubuh seseorang ketika menjalani interogasi dalam sebuah perkara. Perangkat ini pula yang digunakan untuk menguji kejujuran para tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, dijadwalkan akan diuji menggunakan lie detector pada tengah pekan ini.

Sementara, tersangka lain: Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf (asisten rumah tangga Sambo, telah lebih dulu diperiksa menggunakan alat ini. 

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan tersangka Ferdy Sambo dan istrinya sudah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan menggunanak lie detector. 

“Iya terjadwal (Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi),” katanya, Senin (5/9/2022).  “PC, saksi Susi dan FS. Jadwalnya sampai hari Rabu,” ucap dia.

Andi mengatakan pemeriksaan dengan alat pendeteksi kebohongan dilakukan untuk menguji tingkat kejujuran tersangka.

“Untuk menguji tingkat kejujuran tersangka dalam memberikan keterangan,” tutur dia.

Cara kerja lie detector

Uji poligraf atau lie detector adalah sebuah perangkat elektronik yang mengukur perubahan respon tubuh seseorang ketika diberikan sejumlah pertanyaan terkait sebuah perkara.

Teknik ini kerap digunakan dalam proses penyidikan perkara oleh aparat penegak hukum hingga seleksi pejabat tinggi atau agen intelijen.

Dirangkum dari berbagai sumber, cara kerja perangkat uji poligraf atau lie detector adalah dengan mengukur perubahan kondisi tubuh seperti denyut jantung, tekanan darah, peningkatan keringat, hingga interval helaan napas.

Maka dari itu ada sejumlah sensor yang dipasang di tubuh objek pemeriksaan untuk mengukur semua parameter perubahan fisiologis sepanjang interogasi.

Sensor-sensor itu dipasang di jari-jari tangan, dada, perut dan lengan.

Pemeriksa nantinya akan mengajukan pertanyaan dan reaksi fisiologis seseorang akan terlihat dalam alat poligraf.

Ketika menjawab sebuah pertanyaan, reaksi psikologis yang muncul tanpa disadari sesungguhnya mempengaruhi cara kerja organ tubuh yang ada.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved