Polisi Tembak Polisi

Apa Itu Lie Detector Alat yang Dipakai untuk Periksa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja lie detector itu? Lie detector ternyata memiliki tiga sensor yang bisa digunakan dalam mendeteksi kebohongan

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Tim Khusus (Timsus) Polri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

TRIBUNJOGJA.COM - Usai Irjen Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi diperiksa oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector, penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J menemui titik terang.

Hal tersebut dilakukan oleh Polri untuk menentukan tingkat kejujuran subjek dalam memberikan keterangan.

Selain Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, ada juga saksi yang akan diperiksa menggunakan uji polygraph, yakni asisten rumah tangga Sambo bernama Susi.

“PC, saksi Susi dan FS. Jadwalnya sampai hari Rabu,” ucap dia.

Sementara untuk tiga tersangka lain di kasus pembunuhan berencana Brigadir, yakni Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf (asisten rumah tangga Sambo) telah terlebih dahulu diperiksa dengan menggunakan uji polygraph atau alat pendeteksi kebohongan.

Tribunners pasti merasa tak asing dengan alat pendeteksi kebohongan kan?

Yap, biasanya alat pendeteksi kebohongan ini muncul di berbagai drama serial, film, komedi, bahkan iklan.

Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja lie detector itu?

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (kiri) dan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Putri Candrawathi (kanan)
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (kiri) dan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Putri Candrawathi (kanan) (Kompas/IST)

Lie detector ternyata memiliki tiga sensor yang bisa digunakan dalam mendeteksi kebohongan, yakni:

  • Sensor pneumograf: mendeteksi detak napas di dada dan perut yang sensornya dililitkan di dada.
  • Sensor blood pressure: mendeteksi adanya perubahan tekanan darah dan detak jantung. Sensor kabel ini ditempelkan pada bagian lengan.
  • Sensor skin resistance: melihat dan mendeteksi keringat yang ada di tangan. Kabel sensor ini umumnya juga ditempelkan pada jari-jari tangan.

Hanya saja, alat pendeteksi kebohongan ini masih sangat kontroversial dan hasilnya tidak selalu dapat diterima.

Gelagat fisik seseorang seperti gagap atau tangan berkeringat tidak selalu menjadi ciri-ciri orang bohong.

Bisa jadi mereka sedang gugup atau tidak nyaman.

Baca juga: Ahli Hukum: Hasil Pemeriksaan Lie Detector Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Bukan Alat Bukti Utama

Selanjutnya, penguji akan memberikan beberapa pertanyaan kepada subyek mengenai suatu topik, isu atau kasus yang ingin diketahui kebenarannya.

Lalu, penguji akan membaca grafik pada lie detector untuk mengetahui apakah ada reaksi yang tidak normal atau grafik yang naik turun.

Setelah hasil grafik dibaca oleh penguji, hasil grafik tersebut akan digunakan sebagai penentu, apakah subyek berbohong atau jujur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved