Berita Sleman Hari Ini

Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Tiket Bus di Terminal Jombor Sleman Ikut Naik Sejak Kemarin

Kenaikan harga tiket bus di Terminal Jombor terjadi sejak Minggu (04/09/2022), sehari setelah pengumuman resmi kenaikan harga BBM subsidi. 

Tribunjogja.com | Ahmad Syarifuddin
Deretan Bus yang terparkir di terminal Jombor, Sleman. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sektor transportasi menjadi yang paling terdampak dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.

Satu di antaranya adalah Kenaikkan tarif tiket bus yang menjadi hal tak terhindarkan. 

Pengurus Agen Bus Murni Jaya Jombor, Rusli (36), mengungkapkan kenaikan harga tiket bus terjadi sejak Minggu (04/09/2022), sehari setelah pengumuman resmi kenaikan harga BBM subsidi. 

Ia menyebut kenaikan harga tiket bus beragam, mulai dari Rp20 ribu- Rp30 ribu per tiketnya. 

"Kenaikan harga sudah sejak kemarin, kenaikannya ya tergantung kelasnya juga. Kalau yang paling mahal ya Rp30ribu. Misal dari harga awalnya Rp210ribu, jadi Rp240ribu. Ada juga yang naiknya Rp20ribu," katanya, Senin (05/09/2022). 

Rusli mengungkapkan bus sempat mengalami kesulitan dalam mengisi BBM.

Bahkan setiap SPBU hanya dibatasi Rp50ribu.

Meski demikian, setelah BBM habis, bus tidak mengalami kesulitan dalam pembelian BBM. 

"Kemarin sempat susah ngisi BBM, sempat dibatasi Rp50ribu aja. Sekarang mau beli berapapun boleh,"ungkapnya.

Kenaikan harga juga diterapkan oleh PO Putra Remaja.

Pengelola Agen PO Putra Remaja, Bayu (19) menyebut sudah ada kenaikan harga tiket sejak Minggu (04/09/2022) kemarin.

Rata-rata kenaikannya Rp50ribu, baik untuk tujuan Jakarta maupun Sumatra. 

"Ada juga yang baru naik hari ini. Rata-rata kebaikannya Rp50ribu. Kalau yang Jakarta itu dari Rp250ribu jadi Rp300ribu. Kemudian yang Sumatra dari Rp450ribu, sekarang Rp500ribu,"terangnya. 

Dampak kenaikan harga BBM subsidi ternyata tidak hanya mempengaruhi harga tiket saja, tetapi juga jumlah penumpang.

Sejak kenaikan harga BBM, ada sekitar 8-10 kursi yang kosong, padahal sebelumnya penuh 32 kursi. 

"Penumpang juga turun, mungkin jadi mikir-mikir kalau mau pulang sekarang, karena harganya naik. Sebelumnya bisa penuh 32 kursi, sekarang ini yang kosong bisa sampai 8-10 kursi,"imbuhnya. 

Meski mengalami kenaikan, namun harga tiket bus saat ini masih tidak setinggi saat hari raya Idulfitri dan Tahun Baru. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved