Konflik Afghanistan
Bom Bunuh Diri Tewaskan Belasan Orang di Depan Kedubes Rusia di Kabul Afghanistan
Aksi bom bunuh diri di depan Kedubes Rusia di Kabul Afghanistan dilaporkan menewaskan belasan orang, termasuk staf diplomatik Rusia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, KABUL – Aksi bom bunuh diri di depan Kedubes Rusia di Kabul Afghanistan menewaskan belasan orang, Senin (5/9/2022) siang waktu setempat.
Saksi mata mengatakan kepada Sputniknews korban tewas dalam serangan di Jalan Dar-ul-Aman Distrik 7 Kabul itu bisa mencapai 20 orang
Beberapa outlet berita lokal menunjukkan ledakan itu terjadi di dekat gerbang kedutaan. Saat itu ada kerumunan orang-orang mengantri untuk mengajukan visa ke Rusia.
Sebuah sumber mengatakan ledakan yang diyakini bom bunuh diri terjadi ketika seorang diplomat datang untuk mengumumkan daftar siswa yang visanya diterima.
Baca juga: Bom Meledak Tewaskan Dua Orang, Keuangan Pemerintah Afghanistan Terancam
Baca juga: Rusia Pertimbangkan Hapus Taliban dari Daftar Kelompok Teroris
Baca juga: Kepala Polisi Taliban di Afghanistan jadi Korban Bom Mobil
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan dua staf kedutaan tewas dalam serangan itu. Moskow kini berhubungan dengan pasukan keamanan Afghanistan, yang sedang menyelidiki ledakan itu.
"Akibat serangan itu, dua pegawai misi diplomatik tewas, dan ada juga korban di antara warga Afghanistan," demikian bunyi pengumunan Kemenlu Rusia.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan harapan orang-orang di balik serangan itu akan dimintai pertanggungjawaban dalam waktu dekat.
Saksi mata mengatakan kepada Sputnik jumlah korban tewas dapat mencapai hingga 20 orang, dan menurut sumber lain, total 10 orang tewas dan 8 lainnya dirawat di rumah sakit.
"Seorang diplomat Rusia juga terluka dalam ledakan di depan kedutaan Rusia," kata seorang sumber lokal, yang berada di dekat tempat kejadian.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Kantor berita Reuters mengutip polisi melaporkan, serangan itu dilakukan seorang pembom bunuh diri.
Menurut kepala polisi distrik, Mawlawi Sabir, penjaga kedutaan mengenali penyerang dan menembaknya.
Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengutuk serangan itu, menyebutnya tidak dapat diterima dan mencatat Kremlin menunggu informasi tambahan dari lokasi kejadian.
Mengatasi serangan terhadap misi diplomatik, Kementerian Luar Negeri Afghanistan berharap tidak akan merusak hubungan antara kedua negara.
"Kami memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan kami tidak akan membiarkan tindakan musuh negatif seperti itu berdampak negatif pada hubungan antara kedua negara," tulis juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan Abdul Qahar Balkhi di Twitter.