Mikhail Gorbachev Meninggal
Profil Mikhail Gorbachev, Presiden Terakhir Uni Soviet Pemenang Nobel Perdamaian 1999
Mikhail Gorbachev memenangkan Nobel Perdamaian 1999 atas kontribusinya mengakhiri perang dingin antara barat dan timur.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Mikhail Sergeyevich Gorbachev (91) akan dikenang selamanya sebagai pembuka keterbukaan negara tirai besi Uni Soviet.
Di masa kepemimpinannya pula era perang dingin antara blok barat dan timur berakhir. Di era dia pula Uni Soviet menarik tentaranya dari Afghanistan.
Profil Mikhail Gorbachev sangat panjang, diawali dari masa kanak-kanaknya di sebuah desa di Rusia selatan.
Lahir pada 1931 dalam keluarga petani, di masa remajanya Gorbachev mengoperasikan mesin pemanen gabungan di pertanian kolektif.
Baca juga: Mikhail Gorbachev, Presiden Terakhir Uni Soviet Meninggal Dunia di Moskow
Karir partainya dimulai pada awal tahun-tahun mahasiswanya, ketika ia belajar hukum di Universitas Negeri Lomonosov Moskow.
Karir politiknya tergolong relatif cepat, dan pada 1985 ia sudah menjadi Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet, menjadikannya pejabat berpangkat tertinggi di Uni Soviet.
Selain program glasnost dan perestroika, Mikhail Gorbachev ikut andil besar meruntuhkan Tembok Berlin, simbol Eropa yang terpecah dan dunia yang terpecah pada masa perang dingin.
Setelah jatuhnya rezim Nazi akibat Perang Dunia II, Jerman telah menjadi dua negara yang terpisah pada 1949.
Republik Federal Jerman (atau Jerman Barat) dijalankan oleh Sekutu Barat, sedangkan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) dikendalikan Uni Soviet.
Berlin terletak di dalam Jerman Timur, tetapi dibagi oleh Jerman Barat dan Jerman Timur, dengan Tembok Berlin membagi wilayah kedua negara bagian.
Dibangun pada 1961, tembok itu memisahkan keluarga dan orang-orang terkasih negara itu selama 28 tahun.
Tembok itu akhirnya mulai diruntuhkan pada malam 9 November 1989. Selama kunjungan ke Jerman Barat sebelumnya pada 1989, pemimpin Soviet itu membuat pernyataan mengejutkan.
Gorbachev mengatakan setiap negara dapat secara bebas memilih sistem politik dan sosialnya sendiri. Moskow akan menghormati hak semua bangsa untuk menentukan nasib sendiri.
Runtuhnya Tembok Berlin
Runtuhnya Tembok Berlin menandai awal era baru – berakhirnya Perang Dingin dan dunia bipolar – dan membuka jalan bagi penyatuan kembali Jerman pada tahun 1990.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mikhail-Gorbachev.jpg)