Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai
Autoimun adalah suatu kondisi saat sistem kekebalan atau imun tidak dapat menjalankan fungsinya melawan virus, bakteri, yang masuk tubuh
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
-Mata kering
-Mulut kering
-Peradangan
-Rambut rontok
-Kulit kering.
-Kemungkinan penyakit autoiumun yang terjadi di kulit adalah:
-Dermatomiositis
-Psoriasis.
Tanda-tanda penyakit autoimun pada sistem saraf:
-Pusing
-Sakit kepala
-Kecemasan dan depresi
-Linglung dan sulit berpikir
-Penglihatan kabur
-Insomnia
-Masalah memori
-Migrain
-Pusing
-Mati rasa dan kesemutan.
Kemungkinan penyakit autoiumun yang terjadi di sistem saraf adalah:
1. Polineuropati demielinasi inflamasi kronis (CIDP).
2. Sindrom Guillain-Barre .
3. Sklerosis multipel (MS).
Tanda-tanda penyakit autoimun lainnya meliputi:
-Kelelahan
-Rasa sakit
-Demam
-Sakit dada
-Kelenjar bengkak
-Kenaikan atau penurunan berat badan
-Detak jantung cepat atau tidak teratur
-Sesak napas
-Sensitivitas suhu.
Mengutip Verywell Health, peradangan, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ, adalah pemicu utama di balik gejala penyakit autoimun.
Tanda-tanda penyakit autoimun ini bisa berubah-ubah. Ada masa flare-up yang mengacu pada periode gejala memburuk.
Di sisi lain, ada remisi yang mengacu pada kondisi di mana gejala menurun atau bahkan sama sekali tidak muncul.
Mengutip Cleveland Clinic, beberapa gejala penyakit autoimun dapat bertahan seumur hidup. Ini bisa berbeda dari orang ke orang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tubuh-gampang-lelah-2.jpg)