Suporter PSS Sleman Meninggal

Suporter PSS Sleman Meninggal Dikeroyok, Sri Sultan HB X: Prihatin Kenapa Kekerasan yang Diutamakan

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan tindak kekerasan yang terus berulang.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polres Sleman baru saja membekuk 12 tersangka pelaku penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa salah seorang suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putranda (18).

Pihak kepolisian menyebut ke-12 tersangka terafiliasi dengan salah satu kelompok suporter.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan tindak kekerasan yang terus berulang.

Baca juga: Covid-19 Belum Berakhir, Dinkes Kulon Progo Berharap Masyarakat Segera Vaksin Booster

Apalagi dalam kasus terbaru ini, ada unsur perencanaan untuk mencelakai korban.

Di mana belasan pelaku sengaja menghadang korban di suatu tempat untuk kemudian melakukan pengeroyokan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

"Kalau itu ya memang ada kesengajaan bukan spontan. Ya kita prihatin lah kenapa kekerasan itu yang diutamakan. Dalam arti fisik sampai meninggal dan sebagainya, kenapa begitu," terang Sri Sultan HB X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (30/8/2022).

Sri Sultan HB X juga prihatin adanya pelaku anak di bawah umur dan orang dewasa berusia 40 tahun yang menjadi tersangkanya. 

Sebagai orang dewasa, pelaku harusnya dapat menjadi teladan bagi kelompok yang lebih muda untuk tak melakukan kekerasan.

"Ya kalau anak-anak umurnya masih tanggung, emosi itu masih bisa. Tapi kalau sudah ada 40 tahun itu kan saya pikir bisa mengerti, mestinya dia berperan agar kekerasan bisa dihindari dan mengingatkan yang lain, ya kok malah ambil peran juga. Bagi saya jadi aneh," ungkap Sri Sultan HB X.

Raja Keraton Yogyakarta ini pun berulang kali menyatakan bersedia turun tangan guna mendamaikan kelompok suporter yang bertikai.

Namun Sri Sultan HB X berharap adanya kesadaran dan inisiatif dari kedua belah kelompok suporter.

Mereka juga harus merasa sebanding alih-alih merasa paling unggul.

Dalam pertemuan tersebut harapannya ada solusi terbaik untuk kedua belah pihak.

Baca juga: Gara-gara Screenshot WhatsApp Ini, Deolipa Mantan Pengacara Bharada E Laporkan Feni Rose ke Polisi

Tidak boleh ada yang merasa menang atau kalah namun bagaimana kedua belah pihak merasa aman dan nyaman sebagai suporter.

Sedangkan pertemuan tersebut bisa dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Yogyakarta maupun Pemerintah Kabupaten Sleman untuk pelaksanaannya.

"Ya sulit kita kan bisanya hanya berharap. Kalau manusianya sendiri memang beringas memang susah. Pertimbangan (suporter) itu harus mengalahkan lawan dengan segala cara," kata Sri Sultan HB X.

"Kalau datang merasa lebih unggul ya tidak bisa, berarti ingin mengalahkan yang lain. Kesadaran itu harus tumbuh dulu," sambung ayah lima anak ini. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved