Berita Bisnis Terkini

Jika Suku Bunga Naik, Investasi Bakal Turun

Bank Indonesia secara resmi menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 3,75 persen.

Ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia secara resmi menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 3,75 persen.

Kenaikan suku bunga acuan tersebut diputuskan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia beberapa hari lalu. 

Kenaikan suku bunga acuan bertujuan untuk mengatasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga BBM non subsidi dan volatile food. 

Baca juga: Begini Respon Perbankan Tanggapi Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta, Y. Sri Susilo mengatakan kenaikan suku bunga acuan tidak serta-merta diikuti kenaikan suku bunga bank.

"Kenaikan suku acuan tidak serta-merta diikuti suku bunga perbankan. Dampak ke suku bunga perbankan membutuhkan menunggu waktu," katanya, Jumat (26/08/2022).

"Waktu untuk transmisi tidak dalam hitungan hari. Perbankan juga wait and see. Melihat faktor internal dan eksternal di industri perbankan," sambungnya.

Ia melanjutkan kenaikan suku bunga acuan diharapkan dapat meningkatkan suku bunga perbankan, yang nantinya dapat mendukung pengendalian harga. 

Namun ketika suku bunga perbankan meningkat, suku bunga kredit juga naik.

Dampaknya ada kemungkinan investasi menurun. 

Baca juga: Tingkat Inflasi di Kota Yogya Masih Tinggi, Ini Analisis Bank Indonesia

"Turunnya investasi jika dalam jangka panjang dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menjelaskan kenaikan suku bunga acuan BI tidak membuat Bank BPD DIY serta-merta menaikkan suku bunga bank. 

"Kami nggak serta-merta beraksi, karena akan jadi bumerang bagi perbankan. Saat ini beban masyarakat sudah terlalu berat," jelasnya. 

Untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan BI tersebut, BPD DIY memilih untuk meningkatkan fee based income.

Harapannya fee based income tersebut dapat menutupi dampak kenaikan suku bunga acuan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved