Berita Bisnis Terkini

Begini Respon Perbankan Tanggapi Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Kenaikan suku bunga acuan BI tidak membuat Bank BPD DIY serta-merta menaikkan suku bunga bank. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
net
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia secara resmi menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 3,75 persen.

Kenaikan suku bunga acuan tersebut diputuskan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia beberapa hari lalu. 

Kenaikan suku bunga acuan bertujuan untuk mengatasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga BBM non subsidi dan volatile food. 

Direktur Utama Bank BPD DIY , Santoso Rohmad mengatakan kenaikan suku bunga acuan BI tidak membuat Bank BPD DIY serta-merta menaikkan suku bunga bank. 

Baca juga: Bank Indonesia Sebut Uang Baru Bisa Permudah Tunanetra Kenali Rupiah

"Kami nggak serta-merta beraksi, karena akan jadi bumerang bagi perbankan. Saat ini beban masyarakat sudah terlalu berat," katanya, Kamis (25/08/2022).

Untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan BI tersebut, BPD DIY memilih untuk meningkatkan fee based income.

Harapannya fee based income tersebut dapat menutupi dampak kenaikan suku bunga acuan. 

"Langkah kami adalah meningkatkan fee based income. Layanan digital BPD DIY kan sudah kami tingkatkan. Harapannya itu bisa menutup, fee based income yang digenjot,"lanjutnya.

Baca juga: Bank Indonesia Dorong UMKM Sebagai Akselerator Pemulihan Ekonomi DI Yogyakarta

Terpisah, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI), Banjaran Surya Indrastomo langkah BI tersebut sebenarnya di luar ekspektasi pasar. 

Namun kebijakan tersebut memang perlu diambil oleh bank sentral untuk merespon kondisi ekonomi terkini di tataran global maupun tingkat nasional.

Terutama kemungkinan agresivitas bank sentral Amerika Serikat, harga komoditas yang menujukkan tren penurunan, dan paling penting rencana terbaru pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“Ahead the curve dan aktif antisipatif, menandai perubahan pendekatan BI untuk lebih proaktif dan protektif. Biasanya transmisi ke suku bunga bank itu ada lag 3 sekitar bulan,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved