Berita Gunungkidul Hari Ini

Sebanyak 76 Sekolah di Gunungkidul Jadi Sasaran Skrining Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul hingga kini masih terus melakukan skrining acak Covid-19 Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul hingga kini masih terus melakukan skrining acak Covid-19 Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Puluhan kasus positif pun sejauh ini sudah ditemukan.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan pihaknya sudah menetapkan lebih dari 70 sekolah sebagai sasaran skrining PTM.

Baca juga: PENAMPAKAN Irjen Ferdy Sambo Ikuti Sidang Kode Etik, Pakai PDH Tanpa Atribut

"Totalnya ada 76 sekolah dari semua jenjang, mulai dari SD sampai SMA/K," jelas Dewi pada Kamis (25/08/2022).

Menurutnya, 76 sekolah ini jadi sampel untuk keseluruhan skrining PTM.

Metodenya adalah dengan mengambil 10 persen sekolah di Gunungkidul, kemudian 10 persen warga dari tiap sekolah jadi sasaran pemeriksaan.

Dewi mengatakan sejauh ini pihaknya sudah melakukan skrining di 28 sekolah.

Separuh hasilnya sudah keluar, di mana hingga Rabu (24/08/2022) kemarin ada temuan 20 kasus konfirmasi positif.

"Jadi separuh hasil pemeriksaan sudah keluar yang 20 kasus itu, separuhnya lagi masih menunggu hasil laboratorium," ujarnya.

Menurut Dewi, skrining acak PTM langsung menggunakan metode pemeriksaan PCR.

Adapun pelaksanaannya diperkirakan berlangsung hingga 31 Agustus ini.

Ia mengatakan temuan kasus ini tidak mengganggu aktivitas PTM di sekolah.

Warga sekolah yang dinyatakan positif Covid-19 langsung diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Cukup aktivitas PTM satu kelas yang ada kasusnya saja yang diberhentikan, lainnya masih bisa berjalan," kata Dewi.

Menurutnya, kebijakan itu diambil berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul.

Baca juga: Australia Bakal Miliki Pembom Strategis B-21 dari Amerika

Adapun warga sekolah yang isoman saat ini mendapat pemantauan penuh dari petugas Puskesmas.

Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati sebelumnya juga mengatakan aktivitas PTM di sekolah tidak akan langsung ditutup jika ada temuan kasus positif.

Sebab jika sepenuhnya menjadi daring, maka pembelajaran menjadi tidak optimal.

"Namun kami tetap terus mengingatkan sekolah agar patuh terhadap protokol kesehatan (prokes)," kata Nunuk.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved