Berita Klaten Hari Ini

Sembilan Rumah Tak Layak Huni di Gedongjetis dan Mranggen Klaten Rampung Diperbaiki

Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan pelaksanaaan TMMD Desa Mranggen dan KBMKB Desa Gedongjetis sudah berjalan dengan lancar dan bermanfaat

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat menandatangani prasasti di Lapangan Desa Gedongjetis, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sembilan rumah tak layak huni (RTLH) yang tersebar di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom dan Desa Gedongjetis, Kecamatan Tulung rampung diperbaiki.

Rumah milik warga berekonomi rendah itu diperbaiki dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 tahap II di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom dan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke-13 di Desa Gedongjetis, Kecamatan Tulung.

Kedua program tersebut secara bersamaan ditutup oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani di Lapangan Desa Gedongjetis, Kecamatan Tulung, Rabu (24/08/2022).

Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan pelaksanaaan TMMD Desa Mranggen dan KBMKB Desa Gedongjetis sudah berjalan dengan lancar dan bermanfaat dengan masyarakat.

Ia memapaparkan beberapa kegiatan fisik yang berhasil dicapai pada dua kegiatan itu, antara lain betonisasi jalan dengan volume panjang  250 meter dan 500 meter.

Kemudian ada juga pembangunan talud jalan dengan volume panjang 910 meter dan 510 meter, rehab satu unit tempat ibadah dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 9 unit telah selesai 100 persen.

Ia menyebut ada pencapaian sasaran non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, penyuluhan bela negara, penyuluhan stunting, posyandu dan posbindu, serta pelayanan KB kesehatan.

"Saya berharap dengan hasil semua pembangunan fisik yang telah tercapai bisa benar-benar bermanfaat bagi maysarakat terus dipelihara sebaik-baiknya dan terus dikembangkan, kemanunggalan TNI dan rakyat terus dilestarikan," jelas Sri Mulyani.

Kasdim 0723/Klaten, Mayor Czi Paulus Caesario Prasetyo Widarto, menyampaikan kegiatan penutupan TMMD diharapkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kebersamaan serta kemanunggalan antara TNI dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung dikerjakan selama satu bulan sejak 26 juli sampai 24 Agustus 2022, dengan kerjasama para prajurit, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"Kemanunggalan gotong royong luar biasa, kompak, seluruh stakeholder semuanya mendukung. Kami haturkan terimakasih atas segala partisipasi respon yang sangat baik khususnya dari masyarakat di Mranggen dan Gedongjetis," katanya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved