Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Berlatih dari Nol, Puluhan Pelajar Yogya Sukses 'Interupsi' Panggung Sendratari Legendaris Ini

Melalui program Panggung Siswa Bercerita, pelajar diberikan sebuah panggung, untuk mengeksplorasi gairah seni budaya dalam tubuhnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Penampilan para pelajar saat mementaskan sendratari Ramayana, di Purawisata Amphitheater, Kota Yogyakarta, Sabtu (20/8/2022) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak seperti biasa, panggung legendaris Purawisata Amphitheater yang rutin menampilkan suguhan Sendratari Ramayana , tampak didominasi anak-anak muda, Sabtu (20/8/2022) malam.

Namun, bak seniman profesional, mereka terlihat begitu mantap dan tidak canggung.

Para penonton pun seakan berebut masuk untuk melihat performa ciamik muda-mudi dari beragam usia ini.

Ratusan rekan-rekan sejawat, orang tua, sampai gurunya, meluberi panggung pertunjukan di pusat Kota Yogyakarta itu.

Otomatis, suasana Purawisata Amphitheater jadi pecah seketika.

Baca juga: Sarasehan HUT ke-46 Ramayana Ballet Purawisata

Usut punya usut, 'interupsi' Purawisata Amphitheater ini merupakan agenda Panggung Siswa Bercerita (PSB), yang dilaksanakan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, bekerjasama dengan sanggar seni, maupun sekolah.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Restu Gunawan, mengatakan, PSB merupakan bagian gerakan seniman masuk sekolah (GSMS) yang dicanangkan di Yogyakarta, serta Surakarta.

Melalui program itu, pelajar diberikan sebuah panggung, untuk mengeksplorasi gairah seni budaya dalam tubuhnya.

Semakin menarik, lantaran 64 anak dari 30 sekolah yang unjuk gigi dalam pertunjukan Sendratari Ramayana ini tak memiliki basic seni tari sebelumnya.

Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, mereka digembleng untuk tampil di panggung sarat sejarah berusia puluhan tahun itu.

"Kalau biasanya kan hanya berlatih saja. Tetapi, di program PSB ini, anak-anak kami berikan panggung ya, langsung di Purawisata Amphitheater . Sehingga, mereka betul-betul merasa memiliki, dan bangga tentunya," tambahnya.

Restu menyampaikan, bagaimanapun seni sangat penting untuk pembentukan karakter siswa.

Oleh sebab itu, dirinya menyebut sinergitas antara Purawisata dengan pemerintah baik pusat atau daerah sangat krusial, demi membangun sebuah ekosistem seni budaya di kalangan pelajar.

"Karena gerakan ini memang bertujuan untuk melakukan penguatan karakter siswa lewat peran seni. Meskipun, kami melihat, di Yogyakarta ini sudah mempunyai banyak sekali program-program bagus dan luar biasa," terangnya.

Sementara, Sutradara Lakon Anoman Duta, Tukiran pun tak mampu menyembunyikan rasa bangganya melihat 64 anak asuhnya tampil memukau di atas panggung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved