Berita Kulon Progo Hari Ini

Melalui Gropyok Sampah, Pemkab Kulon Progo Tekankan Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis

Tujuan dari gropyok sampah untuk menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi bagi masyarakat. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Pj Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana beserta istri (depan) dan warga mengumpulkan sampah di Balai Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (19/8/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo menggelar " gropyok sampah " di Balai Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan. 

Tujuan dari gropyok sampah untuk menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi bagi masyarakat. 

"Kegiatan hari ini bagian dari kami mendapatkan kegiatan dari Danais yaitu gropyok sampah di Kulon Progo yang akan kami rencanakan di 12 desa budaya di 12 kapanewon," kata Sumarsana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo , Jumat (19/8/2022). 

Baca juga: Kominfo Gelar Pelatihan Digitalisasi Promosi bagi Pengelola Desa Wisata di Kulon Progo

Namun sebelumnya, sosialisasi tata cara pengelolaan sampah telah dilakukan oleh DLH Kulon Progo dengan cara mengundang tokoh masyarakat dan kepala sekolah yang terdapat di setiap desa budaya pada Juli lalu. 

"Intinya pengelolaan sampah itu ada 2 yaitu pengurangan dan penanganan," ucapnya. 

Adapun di Kalurahan Tayuban, gropyok sampah sudah terdapat di setiap pedukuhan.

Sampah yang telah dipilah dan dipisahkan itu kemudian dibuat menjadi barang kreasi. 

Dengan pengelolaan yang baik maka sampah tidak akan mengotori lingkungan. 

"Harapan kami bersih desa tidak hanya bersihnya saja melainkan benar-benar teraplikasikan dalam bentuk mengelola sampah yg ada di lingkungan ini. Dimulai dari sampah anorganik yg memiliki nilai ekonomi. Sampah itu dikumpulkan dan menjadi tabungan di bank sampah yg sudah ada di Desa tayuban," ujarnya. 

Baca juga: Sekda DIY: Gerakan Stop Buang Sampah di Hari Minggu Perlu Diimbangi Pengolahan Sampah

Kegiatan gropyok sampah juga sesuai dengan peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga.

Serta peraturan bupati (perbub) tentang strategi pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga. 

Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo , Tri Saktiyana berpesan kepada masyarakat baik anak-anak hingga orang tua agar jangan membuang sampah sembarangan.

Sebisa mungkin, kelola sampah dengan baik mulai dari rumah dan sekolah. 

"Karena sampah yang dikelola dengan baik akan menjadi berkah serta menjadi bersih dan indah," ucapnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved