Berita Kulon Progo Hari Ini

Kominfo Gelar Pelatihan Digitalisasi Promosi bagi Pengelola Desa Wisata di Kulon Progo

Para pelaku wisata di beberapa desa wisata Kabupaten Kulon Progo yang termasuk dalam wilayah penyangga kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN)

TRIBUNJOGJA.COM/ Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Pelatihan digitalisasi oleh Kominfo bagi pengelola desa wisata penyangga KSPN Borobudur seperti Desa Wisata Sermo, Kalibiru dan Jatimulyo. Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tim Transformasi Digital Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata, Direktorat Ekonomi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dikki Rumpaka (tengah), Kepala Diskominfo Kulon Progo, Agung Kurniawan (kiri) dan Kepala Bidang Pemasaran Dinpar Kulon Progo, Saryanto (kanan) di Omah Watu Blencong, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Para pelaku wisata di beberapa desa wisata Kabupaten Kulon Progo yang termasuk dalam wilayah penyangga kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur dilatih digitalisasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

Melalui adopsi teknologi digital, pengelola wisata di Desa Wisata Sermo, Kalibiru dan Jatimulyo diharapkan bisa mempromosikan wisata melalui media sosial untuk mendatangkan wisatawan.

Adapun pelatihan digitalisasi berlangsung selama sebulan. 

Baca juga: Bupati Kustini Sri Purnomo Kukuhkan 36 Calon Paskibraka Kabupaten Sleman 2022

"Kita harapkan outputnya ada fotografi, video promosi maupun virtual tur. Nantinya, ada teman-teman kami yang akan mendampingi mereka selama sebulan. Sehingga pelatihan dalam jangka waktu panjang ini bisa terlihat hasilnya," kata Dikki Rukmana, Ketua Tim Transformasi Digital Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata, Direktorat Ekonomi Digital, Kominfo saat membuka pelatihan di Omah Watu Blencong, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Selasa (16/8/2022). 

Menurutnya, pemilihan lokasi di Desa Wisata Sermo, Kalibiru dan Jatimulyo karena masuk dalam wilayah penyangga kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur.

Nantinya, kegiatan selama pelatihan yang diikuti pengelola wisata di beberapa desa wisata juga akan terpublikasikan di Instagram Desa Digitalku. 

Di tahun ini, Kominfo menargetkan ada 4 kawasan yang mengikuti adopsi teknologi digital. Di antaranya Belitung, Kulon Progo, Bromo dan Labuhan Bajo. 

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo, Agung Kurniawan sangat mendukung program desa digital pariwisata yang dilakukan oleh Kominfo di wilayah penyangga KSPN Borobudur. 

Dengan demikian, promosi wisata, produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan keunikan daerah bisa dilakukan secara digital. 

Ia berharap pelaku wisata bisa memanfaatkan kegiatan pelatihan dengan baik.

Terlebih desa wisata yang menjadi pilot projek adopsi teknologi digital ini masuk ke dalam 17 kawasan yang dilewati jalur bedah menoreh. 

"Apalagi Borobudur ditetapkan sebagai wisata super prioritas oleh pemerintah pusat. Nantinya wisatawan yang turun di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) sampai Borobudur akan melewati Desa Wisata Sermo, Kalibiru dan Jatimulyo dimana termasuk kawasan yang dilewati jalur bedah menoreh," ucapnya. 

Disinggung terkait kawasan di jalur bedah menoreh yang belum terjangkau sinyal, ia berharap ada pengadaan infrastruktur internet dari Kominfo

Meski, pihaknya sudah melakukan pengembangan jaringan hingga ke tingkat kapanewon maupun kalurahan. 

"Kami berharap Kominfo lewat program Bakti atau CSRnya bisa membantu dalam pengembangan jaringan," harap Agung. 

Baca juga: Kesenian Asli Gunungkidul Diundang Tampil di Istana Negara Pada Peringatan HUT ke-77 RI

Senada, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo, Saryanto menyatakan adanya pelatihan digitalisasi ini, sumber daya manusia (SDM) di sektor wisata memiliki banyak ilmu yang bisa diaplikasikan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. 

Menurutnya, destinasi wisata dan potensi desa wisata yang dimiliki akan kurang dikenal bila tidak didukung promosi digital. Sehingga berdampak pada kunjungan wisatawan. 

"Jadi banyak yang tidak terpublikasikan ke masyarakat. Harapan kami, pelatihan yang melibatkan pelaku wisata di beberapa desa wisata ini akan berlanjut ke desa wisata lainnya," pungkasnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved