Pemilu 2024
KPU Minta Pemda DIY Identifikasi Mahasiswa Luar Daerah Sebelum Gelaran Pemilu 2024
"Pada hari H perlu diidentifikasi, kira-kira hari Rabu 14 Februari 2024 (mahasiswa dan pelajar) ada di mana. Kalau ada di Yogya mau tidak mau harus
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada 14 Februari 2024 mendatang.
Keputusan untuk menggelar pencoblosan di bulan Februari dapat berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat DI Yogyakarta yang sebagian di antaranya merupakan mahasiswa dan pelajar.
Sebab bulan Februari bukan merupakan jadwal libur bagi mahasiswa dan pelajar sehingga kemungkinan besar mereka yang berasal dari luar daerah tidak pulang ke kampung halaman demi berpartisipasi dalam Pemilu 2024.
Baca juga: Pemkab Bantul Kembali Berangkatkan Transmigran, Kali ini ke Luwu Timur Sulawesi Selatan
"Pada hari H perlu diidentifikasi, kira-kira hari Rabu 14 Februari 2024 (mahasiswa dan pelajar) ada di mana. Kalau ada di Yogya mau tidak mau harus dilayani di Yogya, ini kan penting diidentifikasi," papar Ketua KPU RI, Hasyim Asyari usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (19/08/2022).
Karenanya, KPU meminta Pemda DIY untuk mengidentifikasi jumlah mahasiswa dan pelajar.
Pemda harus memberi perhatian khusus agar mereka tetap dapat menggunakan hak pilihnya.
Menurut Hasyim, Pemda DIY juga diminta membentuk badan adhoc penyelenggara Pemilu. Badan adhoc tersebut bersifat sementara seperti panitia pemilihan di tingkat kecamatan.
Tempat Pemilihan Suara (TPS) di tingkat desa atau kalurahan pun dipastikan memberikan layanan pemungutan suara mahasiswa dan pelajar dari luar DIY.
Termasuk perangkat dukungan dari kecamatan, desa hingga RT/RW.
"Nah dalam kesepahaman seperti ini jadi suatu yang penting karena dukungan dari Pemda," tandasnya.
Baca juga: HDKD Jadi Momentum KemenkumHAM Introspeksi Diri
Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan, sebagai daerah yang menyandang status kota pelajar, Pemda DIY sudah berpengalaman dalam hal ini.
Pemda DIY pun akan menjalin komunikasi dengan mahasiswa luar daerah untuk meningkatkan partisipasi Pemilu.
"Kita kan juga sudah punya pengalaman lima tahun sekali, itu kan tetap kita bisa membangun komunikasi yang baik (dengan mahasiswa luar daerah). Tapi harapan kita sama secara nasional yang problem itu dalam arti pemilih itu maunya coblosannya itu bulan apa (ditangani)," tutur Raja Keraton Yogyakarta ini. (tro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketua-KPU-Hasyim-Asyari-19822.jpg)