Dua Drone Tempur China Ini Mirip MQ-1 Predator Amerika

China memproduksi dua seri drone tempur CH-4 dan CH-6 yang sangat mirip drone militer MQ-1 Predator buatan industri militer AS.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Global Times
Drone CH-4 yang diproduksi China ini sangat mirip drone MQ-1 Predator yang sangat populer digunakan CIA dan pasukan AS di berbagai medan tempur. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING – Industri militer China memamerkan dua pesawat nirawak (drone) canggih, CH-4 dan CH-6.  Keduanya mirip drone MQ-1 Predator buatan Amerika Serikat.

Drone CH-4 China yang dikembangkan secara independen memiliki mesin domestik berbahan bakar berat, terbang perdana, Rabu (17/8/2022).

Mesin domestik memungkinkan versi terbaru dari drone CH-4 untuk terbang di ketinggian yang lebih tinggi untuk daya tahan yang lebih lama dan dengan beban yang lebih berat.

Drone CH-4 menyelesaikan tes lepas landas dan mendarat otonom, penerbangan titik arah, transportasi beban penuh dan tes di bawah ketinggian dan daya tahan penerbangan maksimum.

Drone CH-6 China
Drone CH-6 produksi China ini memiliki kemampuan sangat tinggi, jangkauan jauh, dan daya angkut lebih besar ketimbang seri CH-4. Desainnya mirip drone MQ-1 Predator buatan industri militer AS.

Profil drone CH-4 dipublikasikan media Global Times, Kamis (18/8/2022). Drone ini dari pengembangan hingga produksi dibuat di China.

Global Times mengutip pernyataan Shi Wen, kepala insinyur CH UAV, pabrik pembuat drone ini.

Mesin drone ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang rendah, daya tahan penerbangan yang lama, dan berbagai lingkungan aplikasi.

“Mesin penerbangan bahan bakar berat yang baru, drone dapat bertahan di langit lebih lama secara signifikan, terbang lebih jauh, dan mencapai ketinggian jelajah dan langit-langit yang lebih tinggi. Kapasitas muatannya juga meningkat 30 hingga 50 persen,” kata Shi.

Analis mengatakan mesin domestik baru akan membantu CH-4 dalam hal kemampuannya, dan membuatnya lebih kompetitif di pasar.

CH-4 adalah salah satu drone pengintai bersenjata terlaris di pasar internasional. Produk ini dapat melayani tujuan sipil pemetaan, komunikasi, deteksi objek udara, dan pemantauan lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan.

CH-4 telah menyelesaikan lebih dari 4.000 misi dalam 20.000 jam, menembakkan lebih dari 800 amunisi dengan akurasi 99 persen.

Baru-baru ini, dua CH-4 memecahkan rekor terbang 200 jam dalam enam hari, menunjukkan keandalan dan kesiapan serangan drone.

Selain CH-4, seri ini juga mencakup drone CH-5 yang lebih mampu, CH-6 yang lebih besar, CH-7 siluman dan CH-10 tilt-rotor.

Drone CH-6 pernah ditampilkan di Airshow China 2021 yang diadakan di Zhuhai, Provinsi Guangdong China Selatan.

Drone ini memiliki kemampuan high-altitude dan daya tahan penerbangan lebih panjang serta  kinerja tinggi serta keterjangkauan, keandalan, dan kemudahan penggunaan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved