Pasukan Kim Jong-un Tembakkan Dua Rudal Jelajah ke Laut Kuning

Korea Utara dilaporkan menembakkan dua rudal jelajah ke Laut Kuning pada Rabu (17/8/2022) pagi waktu Pyongyang.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP/KCNA VIA KNS
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui. 

TRIBUNJOGJA.COM, SEOUL – Pemerintahan Kim Jong-un di Korea Utara menembakkan dua peluru kendali jelajah dari lepas pantai baratnya ke arah Laut Kuning, Rabu (17/8/2022) pagi.

Laporan diungkapkan sumber militer Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap. Uji coba rudal bertepatan 100 hari Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol memimpin Korsel.

Yoon menekankan kesediaannya memberikan bantuan ekonomi bertahap ke Korea Utara jika Korea Utara mengakhiri pengembangan senjata nuklir dan memulai denuklirisasi.

Baca juga: Korut jadi Negara Ketiga yang Akui Kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk

Baca juga: Beberapa Hari Setelah Kim Jong Un Akui Kekurangan Pangan, Korut Malah Luncurkan Rudal Balistik

Baca juga: Rezim Kim Jong Un Canangkan Perang Lawan K-Pop, Tak Ingin Korut Hancur oleh Budaya Korsel

“Setiap dialog antara para pemimpin Selatan dan Utara, atau negosiasi antara pejabat tingkat kerja, tidak boleh menjadi pertunjukan politik, tetapi harus berkontribusi untuk membangun perdamaian substantif di semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut,” katanya.

Tes rudal ini juga dilakukan sehari setelah pasukan Korea Selatan dan AS meluncurkan latihan pendahuluan menjelang latihan tahunan Ulchi Freedom Shield (UFS).

Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Korea Utara, maupun kantor berita resmi negara totaliter tersebut terkait peluncuran rudal kali ini. 

Pyongyang telah berulang kali mengkritik manuver militer gabungan antara Seoul dan Washington, mencapnya provokatif.

Pemerintah Korea Utara mengklaim Latihan militer seperti itu hanya meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Korea Utara dilarang meluncurkan rudal balistik di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB, tetapi sanksi tersebut tidak mencakup rudal jelajah.

Uji coba senjata terakhir oleh Korut terjadi pada 10 Juli, ketika Korea Utara menembakkan apa yang tampak seperti beberapa peluncur roket. Ini terakhir menguji rudal jelajah pada bulan Januari.

“Otoritas militer AS dan Korea Selatan sedang menganalisis spesifikasi rinci seperti jarak penerbangan,” kata seorang pejabat kementerian pertahanan kepada kantor berita AFP.

Pyongyang telah melakukan gelombang uji coba senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang terlarang.

Pembatasan itu tidak berlaku untuk rudal jelajah, tetapi ada spekulasi Pyongyang sedang bersiap menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Korut-Rusia

Pemeirntah Korea Utara berusaha melakukan manuver untuk menunjukkan kemampuan militer negara paling tertutup di dunia itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved