Menlu Afsel : Rusia Berpotensi Mainkan Peran Besar di Afrika

Menlu Afrika Selatan Thandi Modise menyatakan Rusia punya potensi besar berperan secara ekonomi dan militer di benua Afrika.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Sputniknews/Press Service Council Federation Russia
Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Thandi Madise menyampaikan pidato di Konferensi X Moskow tentang Keamanan dan Perdamaian INternasional di Moskow, Selasa (16/8/2022). 

Pada bulan yang sama, Republik Islam Iran mendaftar untuk bergabung dengan blok tersebut, yang menyumbang 40 persen dari populasi dunia dan sekitar 25 persen dari PDB global.

Konferensi Moskwa tentang Keamanan Internasional Yobel ke-10 diadakan pada saat ketegangan meningkat yang telah memberikan penekanan khusus pada masalah keamanan dan stabilitas internasional.

Mengingat hal ini, Thandi Modise menekankan pentingnya forum sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat multilateralisme untuk memastikan bahwa setiap bangsa, setiap manusia dapat didengar.

Dengan situasi internasional yang sangat tegang dengan latar belakang krisis Ukraina, mendorong beberapa negara barat untuk mencoba menghambat kerja sama militer-teknis dan ekonomi Rusia dengan Afrika.

Thandi Modise mengatakan Afrika Selatan tidak suka diberi tahu siapa yang bisa dan tidak bisa bergaul dengannya. .

“Kami memiliki ikatan yang kuat antara negara-negara kami sejak masa Uni Soviet dan, sekarang, dengan Rusia. Kami ingin menghormati mitra kami. Kami memiliki beberapa perjanjian antara negara kami,” tegas Modise.

“Kami juga memiliki persahabatan pribadi antara masyarakat kami. Kami berharap sebanyak Afrika Selatan berjuang untuk diakui sebagai negara berdaulat, sehingga Rusia akan memiliki hak untuk membela diri,” kata Menhan Afsel itu.

Thandi Modise mengulangi betapa pentingnya hubungan dengan Rusia bagi negaranya di tengah perebutan oleh beberapa negara Barat untuk akses ke sumber daya mineral Afrika Selatan.

Namun, menurut Modise, Afrika mulai bangkit sebagai kekuatan kesatuan yang harus dihormati.

Mengakui Afrika Selatan kini menghadapi banyak masalah dan tantangan, Thandi Modise menyarankan agar negaranya cukup dewasa untuk melihat dirinya sebagai mitra setara dalam persahabatannya dengan Rusia.

Afrika Selatan dan Rusia, Thandi Modise menyimpulkan, memiliki takdir yang harus dipenuhi untuk memastikan generasi penerusnya hidup dalam damai.

Hubungan antara Rusia dan negara-negara Afrika terus berkembang sejak menerima dorongan setelah KTT Rusia-Afrika dan Forum Ekonomi pertama yang diadakan dengan moto “Untuk Perdamaian, Keamanan dan Pembangunan” di Sochi pada 23-24 Oktober 2019.

Semua 54 negara Afrika secara resmi diwakili pada acara tersebut, dengan sesi pleno, Rusia dan Afrika: Mengungkap Potensi Kerjasama, yang disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemimpin Rusia menekankan pengembangan hubungan dengan negara-negara Afrika dan organisasi regional adalah salah satu prioritas kebijakan luar negeri Rusia.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved