Breaking News:

Berita Gunungkidul Hari Ini

Keputusan Tegas Bupati Gunungkidul Berhentikan Oknum Dokter ASN yang Kedapatan Selingkuh

Keputusan Sunaryanta memberhentikan oknum dokter ASN tersebut dikarenakan yang bersangkutan kedapatan melakukan perselingkuhan. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Sunaryanta 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengambil langkah tegas dengan memberhentikan seorang dokter yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.

Keputusan Sunaryanta memberhentikan oknum dokter ASN tersebut dikarenakan yang bersangkutan kedapatan melakukan perselingkuhan

Sunaryanta pun akhirnya memberhentikan dengan hormat dokter berstatus ASN tersebut, yang diberhentikan bukan atas permintaan sendiri.

Melansir dari kompas.com, kknum dokter berstatus ASN itu ditangkap warga melakukan perselingkuhan beberapa waktu lalu.

"Ya sering saya katakan. Saya berpatokan berpegang teguh pada undang-undang, peraturan pemerintah, (pemberhentian) terkait dengan perselingkuhan," kata Sunaryanta, saat ditemui di Kantor Pemkab Gunungkidul, pada Selasa (16/8/2022).

Dia mengatakan, pihaknya ingin semua termasuk dirinya mengikuti perturan yang berlaku.

"Saya ingin PNS, kita berbersama-sama menjalankan peraturan yang ada. Kita digaji oleh Negara ini oleh Bangsa ini. Kalau kita menghianati itu, artinya kita menghianati masyarakat, tentu ASN diatur undang-undang dan kita juga. Itu jelas banget kok," kata pensiunan TNI AD ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono, menambahkan, pemberhentian ini diberikan kepada dokter wanita berinisial N seorang ASN yang bertugas di RSUD Saptosari.

"Kasus ini mohon maaf sebelumnya menimpa dokter inisial N, bertugas di RSUD Saptosari karena dipandang kita semua. Pak Bupati menempuh kebijakan yang sangat berat. Sebenarnya beliau sangat berat kebijakan itu ditempuh. Ini ditempuh agar ini menjadi kejadian terakhir agar tidak terulang kepada seluruh ASN," kata Drajad.

Dia mengatakan, kondisi saat ini dengan adanya media sosial, beban tugas yang berat seringkali membuat interaksi antar orang bertambah.

Sehingga harus menerapkan disiplin agar kejadian seperti itu tidak terulang.  

"Sempat mencuat di masyarakat karena waktu itu di lingkungan kampung akhirnya mendatangi yang bersangkutan, dan kebetulan berdua di rumahnya dengan status belum suami istri," kata dia.

"Yang bersangkutan kami berhentikan dengan hormat bukan atas permintaan sendiri," kata Drajad.

Perlu diketahui, orang dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit Kabupaten Gunungkidul digerebek istri selingkuhannya saat sedang berduaan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved