Perang Rusia Ukraina
Dubes Rusia di PBB Peringatkan Eropa di Ambang Bencana Nuklir
Dubes Rusia di PBB Vassily Nebenzia memperingatkan bencana nuklir di ambang mata jika Ukraina terus menembaki pembangkit nuklir Zaporozhye.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan kepada Dewan Keamanan situasi di pabrik itu terkendali.
Ia menegaskan, belum ada bahaya langsung terhadap keselamatannya. Pada saat yang sama, dia menyebut laporan yang diterima agensinya dari Rusia dan Ukraina bertentangan.
Grossi mendesak kedua belah pihak untuk memberikan akses IAEA ke fasilitas itu sesegera mungkin.
“Saya meminta kedua belah pihak bekerja sama … dan mengizinkan misi IAEA melanjutkan tugasnya,” katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar setiap kegiatan militer di sekitar pabrik dihentikan saat Dewan Keamanan mengadakan pertemuannya.
“Fasilitas itu tidak boleh digunakan sebagai bagian dari operasi militer apa pun. Sebaliknya, kesepakatan mendesak diperlukan pada tingkat teknis tentang batas demiliterisasi yang aman untuk memastikan keamanan daerah itu,” kata Sekjen PBB.
Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Ivan Nechaev mengatakan Moskow mendukung inspeksi IAEA terhadap pabrik Zaporozhye.
China juga mendesak semua pihak yang berkepentingan untuk duduk di meja perundingan dan menemukan solusi masalah ini. Sementara itu, AS telah menempatkan semua tanggung jawab tepat pada Rusia.
AS di bawah Menteri Urusan Pengendalian Senjata dan Urusan Keamanan Internasional, Bonnie Jenkins, berpendapat Rusia menciptakan semua risiko terkait pabrik itu.
Ia menuntut Moskow menarik pasukannya. Pada saat yang sama, dia juga mendukung seruan Guterres untuk zona demiliterisasi.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Taman-hiburan-yang-mangkrak-di-kota-hantu-Pripyat-dekat-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Nuklir-Chernobyl.jpg)