Kenaikan Harga Mie Instan

Duh, Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat! Ternyata Ini Penyebabnya

Harga mie instan bakal naik tiga kali lipat. Ternyata salah satu penyebab kenaikan harga mie instan adalah perang Rusia Ukraina!

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
dok.istimewa
Harga mie instan bakal naik 3 kali lipat 

"Untung paling Rp500 per bungkus. Belinya mahal kalau kardusan, terus suka disemutin kalau kelamaan disimpan enggak laku. Sekarang beli seperlunya saja terus disimpan di kulkas," ujarnya.

Aniek Sumiarsih, pemilik warung di Jalan Bukti, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, juga menaikkan harga jual mie instan. Dari yang tadinya Rp2.000-Rp2.500 per bungkus, sekarang menjadi Rp3.000-Rp3.500 per bungkus.

Baca juga: Alasan Indomie Goreng Jadi Mi Instan Terenak Dunia versi NY Magazine

"Indomie Goreng dan Kari Ayam dijual Rp3.500, lainnya dijual Rp3.000," ujar Aniek kepada Kompas TV.

Meski harganya naik, ia mengaku belum ada penurunan penjualan mie instan di warungnya. Menurut Aniek, karena kenaikannya tipis hanya Rp1.000 per bungkus.

"Enggak tahu nanti kalau beneran naik 3 kali lipat," ucapnya.

Selain Indomie, harga jual mie instan merek Supermie dan Sari Mie juga berkisar antara Rp3.000-Rp3 500. Kenaikan harga juga terjadi pada mie instan merek Sakura, yang biasanya dijual sebagai camilan anak-anak bersama sosis goreng.

Harga Mie Sakura di wilayah Kampung Makasar, Jakarta Timur, naik dari Rp1.200 menjadi Rp1.700 per bungkus.

Viral Medsos Indomie Varian Matcha
Viral Medsos Indomie Varian Matcha (Twitter)

Untuk sebagian masyarakat, mie instan sudah seperti makanan pokok di waktu-waktu tertentu. Bahkan, ada masyarakat yang biasa mengonsumsi mie instan hingga 2 bungkus dalam sekali makan.

Ryan Gredy contohnya, seorang PNS di salah satu universitas negeri di Jakarta. Ryan yang merupakan seorang vegetarian, mengaku lebih sering mengonsumsi mie instan dibanding orang-orang lainnya.

Namun, ia bahkan tidak menyadari harga mie instan sudah naik

"Oh harganya naik ya? Saya malah enggak tahu," katanya saat ditanyai Kompas TV.

Sedangkan bagi Tia, seorang pegawai swasta yang bekerja di bilangan Blok M, mengaku tak masalah jika sampai mie instan naik 3 kali lipat.

"Sebagai pecinta mie instan yang kalau sekali makan 2 bungkus, enggak apa-apa kalau naik berapa kali lipat juga. Karena mie instan makanan paket lengkap, terus variannya banyak. Masih worth it kalau naik 3 kali lipat pun. Kita sudah bisa ngerasain semua cita rasa nusantara," tuturnya.(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved