Perang Rusia Ukraina

Presiden Finlandia Peringatkan Eropa Akan Merosot Ekonominya Dampak Perang Ukraina

Presiden Finlandia Sauli Niisto memperingatkan ekonomi Eropa akan merosot akibat konflik di Ukraina. Seretnya gas Rusia jadi penyebab utama.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Tribunnews/DW
Jerman mengaktifkan kembali tiga pembangkit listrik batu bara, menyusul krisis pasokan gas dari Rusia. Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck diolok-olok warganya saat mengajak warga menerima kenaikan harga energi. 

TRIBUNJOGJA.COM, STOCKHOLM - Presiden Finlandia Sauli Niinisto memperingatkan Eropa akan menghadapi kemerosotan ekonomi akibat konflik di Ukraina.

Peringatan sekaligus pengakuan Sauli Niinisto disampaikan saat diwawancarai surat kabar Finlandia Maaseudun Tulevaisuus edisi Minggu (7/8/2022).

"Orang-orang di Finlandia dan di negara-negara UE lainnya harus menerima kenyataan ekonomi tidak akan tumbuh dari tahun ke tahun,” katanya.

Baca juga: Josep Borrel : Eropa Akan Sepenuhnya Berhenti Beli Gas Rusia

Baca juga: Zelensky Inginkan Presiden China Xi Jinping Bujuk Rusia Hentikan Perang

Baca juga: Menteri Ekonomi Jerman Diejek Warganya, Disebut Penghasut Perang

“Ini mungkin memberi tahu buruk pada persatuan Eropa, karena pembangunan berhenti tiba-tiba dan jumlah tantangan meningkat," lanjut Niisto.

Finlandia bersama Swedia sedang berusaha mengajukan diri sebagai anggota blok militer NATO. Kedua negara ini sebelumnya sudah jadi anggota Uni Eropa (UE).

Niisto menekankan, Finlandia ingin memastikan kemandirian di bidang keamanan, terlepas dari proses akses ke NATO, dan kemandirian masalah ketahanan pangan.

Presiden menekankan hari ini penting untuk memperhitungkan risiko eskalasi konflik Ukraina.

"Kondisi hubungan antara Rusia dan barat, dan antara Rusia dan Finlandia khususnya, akan bergantung pada perkembangan situasi di Ukraina," katanya.

Pekan lalu, lembaga pemeringkat ekonomi Moody's mengubah status Italia, Republik Ceko dan Slovakia dari ekonomi stabil menjadi negative.

Kondisi itu diputuskan berdasar masalah tantangan pasokan energi dan ketergantungan negara-negara tersebut pada gas Rusia.

“Pendorong utama untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB untuk Republik Ceko adalah melonjaknya biaya energi dan ketidakpastian pasokan energi dari Rusia membebani investasi bisnis, inflasi,” kata Moody’s.

Dampak Berantai Konflik Ukraina

Menurut lembaga itu, faktor penyebab lain friksi rantai pasokan global yang sedang berlangsung dan terus melemahnya prospek pertumbuhan di mitra dagang utama Republik Ceko, khususnya Jerman.

Situasi di Slovakia bisa lebih mengerikan, kata badan tersebut, menjelaskan negara yang terkurung daratan itu mengimpor semua minyaknya dan 75 persen gasnya dari Rusia.

Hal ini dapat mengakibatkan penghentian produksi industri padat energi dan meningkatkan risiko resesi ekonomi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved