Berita Jogja Hari Ini
Sebanyak 18.200 Nakes dan SDMK di DIY Dijatah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Keempat
Vaksin dosis keempat dibutuhkan untuk kembali menguatkan imunitas tubuh para nakes maupun seluruh SDMK di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 18.200 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di DIY dijatah untuk menerima vaksin Covid-19 dosis keempat atau booster kedua.
Vaksin dosis keempat dibutuhkan untuk kembali menguatkan imunitas tubuh para nakes maupun seluruh SDMK di tengah pandemi Covid-19.
"Kami yang di Dinkes provinsi sejak Jumat sudah mulai. Tapi yang di kabupaten/kota beberapa waktu lalu sudah ada yang mulai duluan. Tergantung vaksin itu ada ketersediaannya," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setyarini Hestu Lestari, Minggu (7/8/2022).
Setyarini menjelaskan, tak semua SDMK yang sebelumnya menerima vaksin dosis ketiga akan kembali menjalani vaksinasi booster kedua.
Berdasarkan data Dinkes DIY, sejauh ini ada 46 ribu SDMK yang telah menerima vaksin dosis ketiga sedangkan 55 ribu SDMK sudah menerima injeksi dosis kedua.
Adapun jatah vaksinasi dosis keempat sendiri hanya diberikan kepada 18,2 ribu sasaran. Menurutnya, hal itu disebabkan karena pembaharuan data.
"Memang tidak semua karena pada waktu itu kan ada relawan, ada tenaga tenaga bantu nah sekarang kan relawannya sudah tidak ada karena kita kasusnya sudah menurun. Jadi mesti ada gap dibandingkan dengan yang lalu," terangnya.
Pelaksanaan vaksinasi booster dilakukan melalui fasyankes yang tersebar di lima kabupaten/kota seperti puskesmas dan RS.
Begitu pula dengan penyuntikan vaksin dosis satu, dua, dan tiga untuk masyarakat umum.
Selain pelaksanaan vaksinasi dosis keempat, pihaknya juga berupaya menggenjot capaian vaksinasi dosis ketiga untuk non nakes seperti pelajar, lansia, ASN, maupun umum.
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga tidak seperti vaksinasi Covid dosis pertama dan kedua yang digelar secara massal.
Sebab, pelaksanaan vaksinasi booster massal membutuhkan usaha yang lebih.
Pihaknya pun meminta kabupaten/kota untuk dapat membuka sentra-sentra vaksin untuk melayani masyarakat.
"Sebetulnya kita masih membuka sentra di Dinkes DIY. Kalau massal kan butuh effort yang lebih besar. Sentra itu kan minimalis ya tapi tersebar menjangkau ke masyarakat," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-booster.jpg)