Update Berita Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 4 Agustus 2022 : Terjadi 1 Kali Guguran Lava Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi masih terus menunjukkan aktivitas erupsi dan mengeluarkan guguran awan panas hingga pagi ini, Kamis (4/8/2022).

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di lereng gunung Merapi di Desa Balerante, Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi dan mengeluarkan guguran awan panas hingga pagi ini, Kamis (4/8/2022).

Penyusun laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ), Alzwar Nurmanaji, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 1 kali guguran lava dengan jarak luncur  1.500 meter ke arah barat daya.

"Gunung teramati jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian 20-30 meter di atas puncak. Periode pengamatan pagi ini 1 kali guguran lava," katanya.

Pada periode ini, cuaca di Gunung Merapi cerah dan berawan.

Baca juga: Awal Agustus 2022, Aktivitas Gunung Merapi Terpantau Landai

Angin bertiup lemah ke arah Timur.

Suhu udara 14-19°C, kelembaban udara 66-99 persen, dan tekanan udara 836-958 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 23 gempa guguran, 11 gempa hembusan, 1 gempa hybrid/fase banyak dengan durasi 8.1 detik.

Alzwar menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Update Gunung Merapi 2 Agustus 2022, 3 Kali Guguran Lava Muncul Pagi Ini

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi ," ungkapnya.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi .

"Jika terjadi perubahan Aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Alzwar.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved