Berita Kriminal Hari Ini

Polres Sleman Beberkan Kronologi Pengeroyokan Tri Fajar Firmansyah

Polres Sleman menangkap dan menahan dua tersangka penganiaya Tri Fajar Firmansyah, (23), warga Depok, Kabupaten Sleman sekaligus suporter

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
KBO Satuan Reskrim Polres Sleman Ipda M. Safiudin didampingi Kasihumas Polres Sleman AKP Edy Widaryanta menunjukkan kedua pelaku berikut barang bukti kejahatan di Mapolres Sleman, Rabu (3/8/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polres Sleman menangkap dan menahan dua tersangka penganiaya Tri Fajar Firmansyah, (23), warga Depok, Kabupaten Sleman sekaligus suporter PSS Sleman yang menjadi korban pengeroyokan ketika terjadi kericuhan antar- suporter pada Senin (25/7/2022) lalu.

Kedua tersangka, masing-masing berinisial FDAP (26) warga Depok, Sleman dan AC (24) warga Piyungan, Bantul. 

KBO Satuan Reskrim Polres Sleman Ipda M. Safiudin menyampaikan, kronologi awal, korban bersama teman-temannya, pukul 20.00 WIB sedang nongkrong di seputar Mirota Babarsari.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul Tembus 20 Pasien per 3 Agustus 2022

Tiba-tiba dari arah barat, datang rombongan pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung melakukan penyerangan dan pengejaran terhadap kelompok korban.

Saat itu, korban yang sedang diserang rombongan pelaku terjatuh. 

"Korban terjatuh dan saat itu mengalami kekerasan atau dikeroyok oleh para pelaku. Saat dikeroyok, korban saat itu pingsan (di lokasi). Dan dibawa ke RS Harjolukito," kata Safiudin, di Mapolres Sleman, Rabu (3/8/2022). 

Kasus pengeroyokan di Babarsari tersebut dilaporkan oleh kakak kandung korban.

Ia mengetahui bahwa adiknya dikeroyok dan dibawa ke RS dari seorang tetangga. 

Setelah menerima laporan, petugas Reskrim Polres Sleman bergerak melakukan penyelidikan.

Selang sehari berikutnya, petugas berhasil mengidentifikasi dua pelaku dan menangkapnya.

Berdasar keterangan pelaku, motif melakukan pengeroyokan terhadap kelompok korban karena saat melintas rombongan pelaku melihat ada orang-orang di tepi jalan yang mengacungkan senjata tajam dan pentungan. 

Rombongan pelaku seketika berhenti lalu mengejar korban dan melakukan penganiyaan. 

"Pelaku melakukan kekerasan menggunakan tangan kosong," kata dia. 

Kedua pelaku memiliki peran berbeda.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved