Berita Jogja Hari Ini
Dugaan Paksaan Berjilbab di SMAN 1 Banguntapan: Guru BK Memilih Bungkam, ORI DIY Temukan Ini
Koordinator Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Banguntapan , Bantul akhirnya memenuhi panggilan pihak Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY, Rabu
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Koordinator Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Banguntapan , Bantul akhirnya memenuhi panggilan pihak Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY, Rabu (3/8/2022).
Setidaknya, dua guru telah dimintai keterangan oleh ORI DIY selama beberapa jam terkait dugaan pemaksaan berjilbab untuk siswi di sana.
Kemudian, sekitar pukul 11.16 WIB, mereka keluar dari ruang rapat ORI DIY di Jalan Affandi, Santren, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Dua guru tersebut segera menuju mobil yang sudah menunggu mereka.
Saat dimintai keterangan oleh wartawan, keduanya memilih bungkam dan buru-buru masuk ke mobil.
“Bu, bu, tadi ditanya apa di dalam?,” tanya seorang jurnalis.
Salah satu dari mereka kemudian menangkupkan telapak tangan sembari berkata “maaf ya, mas, belum bisa".
Dalam satu mobil, ada 5 orang. Dua koordinator itu juga didampingi 3 orang lain, termasuk 1 supir.
“Assalamualaikum ibu, tadi ditanya apa lagi di dalam?,” tanya seorang jurnalis lainnya.
Akan tetapi, mereka langsung masuk mobil, menaikkan kaca dan bungkam terkait pemanggilan itu.
Baca juga: Menolak Bila Istri Ferdy Sambo Tes Psikologi Mandiri, LPSK Ingin Bergerak Independen
Kepala ORI DIY, Budhi Masthuri menjelaskan pihaknya memang memanggil dua Guru BK tersebut untuk dimintai keterangan lebih detail terkait kasus pemaksaan berjilbab .
Sementara, pukul 13.00 WIB, ORI DIY juga memeriksa guru agama dan wali kelas korban.
“Kami belum sampai kesimpulan ya karena ini masih pendalaman, kami panggil semua orang yang bersangkutan,” kata Budhi seusai memanggil dua guru tersebut.
Temuan ORI DIY