Berita Kota Yogya Hari Ini

Kerahkan Kader GISA, Pemkot Yogyakarta Jemput Bola Rekam Data Kependudukan

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerapkan skema jemput bola untuk menjangkau warga masyarakat yang belum merekam data kependudukannya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerapkan skema jemput bola untuk menjangkau warga masyarakat yang belum merekam data kependudukannya.

Langkah ini ditempuh, dengan sokongan kader Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan Disdukcapil Kota Yogyakarta, Bram Prasetyo menandaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kader GISA di setiap kelurahan, supaya menjangkau penduduk yang belum rekam data.

Baca juga: KPU Kulon Progo Layani Konsultasi 2 Parpol Lama dan Terima Informasi 2 Parpol Baru dari Kesbangpol

Baik itu dokumen KTP-el, maupun KIA untuk usia anak-anak.

"Data perekaman per Juli sudah masuk 99,11 persen. Jadi, masih ada sekitar 0,9 persen yang belum terekam. Data kami serahkan, ke kader-kader GISA di kelurahan, agar dimonitor dan didampingi," katanya, Selasa (2/8/2022).

Setelah dilakukan pendampingan, ucap Bram, kader GISA bisa mengajukan ke Dinas Dukcapil, untuk dilaksanakan perekaman jemput bola secara massal.

Dalam satu kali kunjungan ke wilayah, ia berharap, setidaknya ada 20 penduduk yang terkumpul, untuk direkam datanya.

"Ini sudah bergululir di tiga kelurahan. Yaitu, di Mantrijeron, Sorosutan dan Muja Muju. Antusiasmenya baik sekali ya, pesertanya selalu di atas 20an kemarin itu," urainya.

Baca juga: Gelar Rangkaian Agenda Suro, Kereta Kencana Keraton Yogyakarta Mandi Kembang

"Apalagi perekaman nggak harus dilakukan warga usia 17 tahun. Sekarang usia 16 tahun tetap dilayani rekam data. Tapi, KTP-el dicetak setelah 17 tahun," imbuh Bram.

Selanjutnya, ia menjelaskan, seusai rekam data beres dan dokumen kependudukan selesai di cetak, baik KTP-el, atau KIA, diserahkan kembali ke kader GISA di masing-masing kelurahan.

Sebab, sesuai mandat pendampingan, tugas distribusi, menjadi kewenangan setiap Kader GISA.

"Itu bagian dari ketugasannya, ya. Setiap satu dokumen kependudukan ada insentif pendampingan, sebesar Rp10 ribu potong pajak, bagi kader GISA," jelasnya. (aka)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved