Ini Kemampuan Rudal Hipersonik Zircon yang Mulai Perkuat Armada Laut Rusia

Rudal hipersonink Zircon mulai memperkuat Angkatan Laut Rusia seiring perubahan doktrin militer mereka pada 1 Agustus 2022.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TWITTER @mod_russia
Tangkapan layar dari video uji coba rudal Zircon yang diluncurkan dari kapal tempur Laksamana Gorshkov di Laut Baretns. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani naskah doktrin baru Angkatan Laut Rusia, Minggu (31/7/2022).

Doktrin baru Angkatan Laut Rusia menempatkan AS dan NATO sebagai ancaman paling utama menyusul ekspansi blok militer itu ke Eropa timur.

Doktrin baru ini memperlihatkan perubahan signifikan dalam situasi geopolitik dan militer-strategis di dunia yang bergeser.

Putin meneken naskah doktrin baru AL Rusia itu di Museum Negara Sejarah St Petersburg di Benteng Peter dan Paul, tepat sebelum dimulainya parade Hari Angkatan Laut.

Baca juga: Tak Ingin Kalah dengan AS, Rusia Uji Coba Rudal Hipersonik Zircon dari Kapal Selam

Baca juga: Rusia Sukses Uji Coba Rudal Hipersonic Zircon, Hancurkan Target Sejauh 350 KM, Kecepatannya 7 Mach

Baca juga: Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik Zircon, Rusia Klaim Senjata Terbarunya Bisa Tembus Pertahanan AS

Presiden juga menandatangani dekrit untuk menyetujui piagam kapal Angkatan Laut Rusia.

Kejutan lain, armada AL Rusia akan mulai menerima rudal jelajah hipersonik Zircon dalam beberapa bulan mendatang.

Senjata baru yang masih dirahasiakan secara detil spesifikasinya, akan menjadi kekuatan baru Rusia di lautan.

Lantas Siapa Rudal Zircon itu?

Peluru kendali ini ecara resmi dikenal sebagai 3M22 Zircon, rudal hipersonik anti-kapal yang diluncurkan dari laut. Produk ini pertama kali diumumkan Putin pada 2019.

Zircon menjalani uji tembak pertama dari kapal angkatan laut Rusia pada Januari 2020,.

Penembakan dilakukan di Laut Barents utara dan berhasil mengenai target di tempat pelatihan di darat sekitar 500 kilometer jauhnya.

Zircon dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hipersonik mencapai setidaknya 9 Mach – lebih dari 11.000 km/jam, sambil mempertahankan kemampuan bermanuver.

Kecepatan seperti itu membuat rudal secara efektif tidak mungkin dicegat – dan bahkan tak terdeteksi pertahanan anti-pesawat yang ada.

Dipahami sebagai rudal jelajah anti-kapal, Zircon dilaporkan cukup serbaguna dan mampu menyerang target laut dan darat.

Platform mana saja yang akan membawa rudal baru?

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved