Tahun Baru Islam

Mubeng Beteng Malam 1 Suro Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Gelar Umbul Dungo Secara Terbatas

Keraton Yogyakarta kembali meniadakan tradisi tapa bisu Mubeng Beteng yang dilakukan setiap Malam 1 Suro atau pergantian malam Tahun Baru Islam

Tribunjogja/Hari Susmayanti
Spanduk pengumuman tidak digelarnya Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng Malam 1 Suro di pagar Alun-alu Utara Yogyakarta, Kamis (28/7/2022). Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng biasanya dilaksanakan oleh abdi dalem dan warga Yogya dan sekitarnya dengan mengelilingi Keraton Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keraton Yogyakarta kembali meniadakan tradisi tapa bisu Mubeng Beteng yang dilakukan setiap Malam 1 Suro atau pergantian malam Tahun Baru Islam dalam kalender Hijriah di Keraton Yogyakarta pada Jumat (29/7/2022) malam. 

Sebabnya, pandemi Covid-19 masih menerpa wilayah DI Yogyakarta dan bahkan belakangan ini, kasus terkonfirmasi mengalami tren peningkatan. 

Baca juga: Kabupaten Klaten Kantongi 18 Hak Kekayaan Intelektual, Bupati Sri Mulyani: Legal Secara Hukum

Pengajeng Urusan Keprajan Kawedanan Perintah Hageng Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wijaya Pamungkas mengatakan, meski ditiadakan, pihak Keraton Yogyakarta akan menggelar Umbul Donga atau doa bersama untuk menyambut Malam 1 Suro

" Mubeng Beteng memang belum kita laksanakan karena melihat kondisi dan keadaan sekarang yaitu Covid-19 belum begitu aman sehingga untuk sementara waktu ( Mubeng Beteng ) belum kita adakan tapi hanya mengadakan Umbul Dungo ," kata KRT Wijaya, Jumat (29/7/2022). 

Prosesi Umbul Dungo digelar di Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta secara terbatas. 

Di lokasi penyelenggaraan tersebut sebenarnya bisa menampung hingga lebih dari 1.000 orang namun pihak Keraton Yogyakarta melakukan pembatasan berjumlah 300 orang saja. 

Baca juga: Rektor UMN Ajak Lulusan jadi Wirausahawan Sejati di Era Digital

Menurutnya, gelaran Umbul Donga merupakan wujud kedekatan Keraton Yogyakarta dengan masyarakat. 

Adapun rangkaian kegiatan akan dimulai pada pukul 20.00 pambagya harja atau sambutan hingga doa bersama yang dipimpin abdi dalem Pengulon.

"Isinya doa-doa sampai malam hari. Diperkirakan jam 23.00 WIB lebih dikit kita mulai upacara di antaranya diawali pembukaan dari MC," kata KRT Wijaya. 

"Terus atur pambagya harja, pangandikan penghageng, habis itu ada doa dipimpin dari salah satu abdi dalem Pengulon. Jam 12 (malam) atau jam 00 selesai," sambungnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved