Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Paguyuban Skuter Listrik Ngotot Tetap Beroperasi di Sumbu Filosofi, Ini Respon Dishub DIY

Aliansi Skuter Listrik Yogyakarta sepakat untuk tetap beroperasi pada malam hari meskipun sudah ada papan pelarangan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Suasana audiensi paguyuban skuter listrik yogyakarta di Kepatihan, Kamis (28/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aliansi Skuter Listrik Yogyakarta memaksa untuk tetap beroperasi pasca diterbitkannya Surat Edaran (SE) Gubernur DIY Nomor 551/4671 Tahun 2022 tentang Larangan Operasional Kendaraan Tertentu Menggunakan Penggerak Motor Listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulya.

Mereka mendatangi kantor Gubernur DIY untuk menyampaikan pendapat mengenai urgensi pelarangan pengoperasionalan skuter listrik ( skutik ) di sumbu filosofi itu.

Ketua Paguyuban Skutik Mangkubumi, Sumantri menilai pemerintah memandang jasa skutik hanya dari segi negatif.

Menurutnya ada sisi positif yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, bahwa di tengah kontroversi aturan pelarangan itu, penyedia jasa skutik mampu mendatangkan wisatawan ke kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Baca juga: Berpacu Dengan Waktu, Pemkot Yogyakarta Berharap Perwal Larangan Skuter Listrik Segera Rampung

"Bahwa setiap teknologi itu ada yang menjadi korban atau terdampak. Bahkan kendaraan dilapangan mobil rental gak bisa kendalikan pengendara. Itu menjadi tanggung jawab ke penyewa," kata Sumantri, di Kepatihan, Kamis (28/7/2022).

Setelah mendengar pemaparan dari perwakilan pemerintah DIY, mereka sepakat untuk tetap beroperasi pada malam hari meskipun sudah ada papan pelarangan.

"Nanti malam, ketika sudah kaitannya urusan perut kami lakukan. Kami mencoba beroperasi," jelasnya.

Urusan Perut Ada Aturannya

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti memahami bahwa ada ekosistem perekonomian dari kemunculan penyedia jasa skutik di Malioboro.

Akan tetapi, ditegaskan Made, pelarangan skutik beroperasi di sumbu filosofi itu kebijakan Gubernur DIY.

Bahwa Gubernur DIY memiliki kewenangan untuk mengatur kawasan tertentu melalui Undang-undang Keistimewaan.

Baca juga: Soal Skuter Listrik, Kepala UPT Kawasan Cagar Budaya Malioboro Sebut Safety Sangat Kurang 

"Itu kan kebijakan pak Gubernur, yah. Dan untuk teknisnya diatur perwal. Bukan tidak boleh, tapi tempatnya diatur. Dimana yang dimungkinkan sesuai lersyaratan di Permenhub 45/202p," tegas Made.

"Tidak semua kemudian saya punya usaha saya bisa pakai disembarang tempat. Karena ini masih kawasan ruang publik. Itu ada aturannya juga. Saya paham ini sumber pendapatan masyarakat tapi semua kan ada aturannya," sambung Ni Made. 

Dia menambahkan, seusai mendengar pendapat dari para anggota paguyuban itu, pihaknya akan menyampaikan hasil audiensi hari ini kepada pimpinan.

Sebagai informasi, audiensi para paguyuban skutik itu sempat memanas ketika perwakilan dari paguyuban skutik mendesak untuk tetap beroperasi di kawasan sumbu filosofi .( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved