Berita Sleman Hari Ini
ORI DIY Kembali Sidak Soal Seragam, Kali Ini ke SMPN 2 Mlati
Setelah sebelumnya mengunjungi SMPN 1 Depok, kali ini Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY mendatangi gedung SMPN 2 Mlati .
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Sayangnya, pembagian bahan seragam ini, ternyata masih menggunakan fasilitas gedung sekolah.
"Sebenernya itu yang menjadi catatan, kenapa pengelolaan masih di sekolah. Tapi tadi dijelaskan kan awalnya memang dikelola sekolah, kemudian mereka membatalkan itu, dan diserahkan ke orangtua. Tapi memang masih menggunakan fasilitas sekolah dan sekolah memfasilitasi untuk pengadaan seragam ," kata Ian.
Menurut dia, pembagian seragam di sekolah agak bias, walaupun pengadaannya dikelola oleh orangtua.
Kendati demikian, hingga saat ini Ian mengaku belum bisa menyimpulkan apa-apa.
Pihaknya terlebih dahulu akan mengumpulkan data-data di lapangan.
Bukan hanya sekolah di Sleman tetapi di Kabupaten/kota DIY.
Selanjutnya, data yang terjumpul di lapangan akan disampaikan ke seluruh Dinas untuk kajian pasca pelaksanaan PPDB.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Mlati Isnan Abadi mengungkapkan, pengadaan seragam memang awalnya dikoordinir pihak sekolah.
Baca juga: ORI DIY Lakukan Sidak ke SMPN 1 Depok Sleman untuk Klarifikasi Masalah Seragam Sekolah
Tetapi, hal itu sudah dihentikan dan uangnya dikembalikan.
Kini pengadaan seragam sepenuhnya diserahkan kepada paguyuban perwakilan orangtua.
Mereka terdiri dari 5 orang yang merupakan perwakilan orangtua dari tiap- tiap kelas murid baru.
"Pemilihan (perwakilan orangtua) ini sangat demokratis. Terpilih 5 perwakilan orangtua di masing-masing kelas. Mereka bersedia untuk mengelola seragam," kata Isnan.
Disinggung mengapa pembagian seragam masih menggunakan fasilitas sekolah, ia mengaku hanya membantu.
Sebab, informasi yang diterima dari paguyuban bahwa banyak orangtua yang menginginkan ambil seragam di sekolah.
Pertimbangannya di samping jarak lebih dekat, orangtua juga bisa sekaligus menjemput anak.
"Yang jelas, paguyuban (orangtua) sudah memberikan opsi. Mau diambil di toko seragam atau di sekolah. Banyak orangtua yang ingin mengambil (bahan seragam) di sekolah karena lebih dekat. Sekolah hanya membantu apa yang diinginkan. Sementara Paguyuban memfasilitasi keinginan orangtua," katanya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ORI-DIY-Kembali-Sidak-Soal-Seragam-Kali-Ini-ke-SMPN-2-Mlati.jpg)