Kampanye Politik Boleh Masuk Kampus, Begini Respon Pakar Politik UGM

Pakar Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menilai bahwa hal itu sah-sah saja dilakukan. 

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum lama ini menyatakan bahwa kampanye politik boleh dilakukan di lingkungan kampus. 

Kebijakan itu turut direspon oleh sejumlah kalangan akademisi.

Pakar Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menilai bahwa hal itu sah-sah saja dilakukan. 

Namun harus dibarengi dengan konsep yang matang dalam realisasinya.

Model kampanye politik yang dilakukan di dalam lingkungan kampus pun harus berbeda.

Jika kemudian dibandingan dengan kampanye di luar kampus. 

Baca juga: Hari Kemerdekaan Jadi Momentum Warga Yogyakarta Untuk Jual Pernak-pernik Merah Putih 

Ia menyebut jika memang dapat dilakukan secara baik akan ada benefit atau dampak positif yang dapat dirasakan. 

Baik oleh partai politik (parpol) maupun mahasiswa yang ikut.

"Jadi yang pasti dari sisi parpol dan kandidat mereka akan dipaksa untuk bisa menghadirkan ide yang memang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kampanye kan sekaligus merupakan political janji politik. Selain substansi juga cara berkampanye yang jauh lebih cerdas," kata Wawan dihubungi, Rabu (27/7/2022).

Kemudian dari mahasiswanya, kata Wawan itu akan menjadi sangat bagus untuk bisa menghadirkan tantangan-tantangan bagi para kandidat atau parpol yang berkampanye. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved