Gesekan Suporter Sepak Bola

Jukir di Sleman Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Suporter Bola, Kondisinya Kritis di Rumah Sakit 

Penganiayaan di depan Mirota Babarsari memakan korban seorang juru parkir yang kini dalam kondisi kritis mengalami luka di kepala belakang.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kasatreskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lima orang telah ditetapkan menjadi tersangka, buntut kericuhan antar suporter bola yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Sleman .

Polisi memastikan, dalam rentetan peristiwa yang terjadi pada Senin (25/7/2022) kemarin, calon tersangka berpotensi tambah.

Sebab, ada satu peristiwa penganiayaan yang terjadi di depan Mirota Babarsari dengan korban seorang juru parkir. 

"Korban sedang kondisi kritis. Ada perlukaan di kepala belakang. Ini dari dokter. Tapi hasil resmi kami masih tunggu visum. Cuma secara kasat mata, kepala belakang retak dan ada pembengkakan kelenjar di kepala, akibat serangan benda tumpul," kata Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Prasadana, Selasa (26/7/2022). 

Baca juga: Buntut Kericuhan Suporter Bola di Sleman, Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka 

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan 10 orang untuk dimintai keterangan.

Proses pemeriksaan terus berjalan.

Bahkan, calon tersangka dalam kasus tersebut, menurut Rony sudah mengerucut.

Pihaknya sedang berkoordinasi dengan JPU untuk gelar perkara kemudian segera menetapkan tersangka. 

Jukir tersebut, kata Rony tidak bersalah.

Malam itu korban sedang bekerja.

Tidak bergabung dalam suporter manapun, tetapi kemudian dianiaya. 

Baca juga: Pasca Ricuh Suporter Bola, Polresta Yogyakarta Akan Patroli Siber untuk Cegah Perang Dunia Maya

"Saat ini (korban) akan dilakukan operasi di RS Hardjolukito. Korban ini tidak salah. Tukang parkir sedang bekerja malam itu. Bukan suporter mana-mana.  Dia malah orang Jogja yang disikat oleh orang suporter Jogja sendiri. Kami menunjukkan keseriusan kami jangan sampai ada perbuatan melawan hukum, tindak kriminal akibat insiden itu. Kasihan yang tidak bersalah," kata Rony. 

Dalam peristiwa tersebut, polisi akan menjerat para tersangka dengan sangkaan pasal 170 KUHP tentang kekerasan di muka umum dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Lebih lanjut, Mantan Kasat Narkoba Polres Sleman ini juga menyampaikan, selain kasus di Babarsari, pihaknya juga sedang membidik pelaku kerusuhan di Gejayan dengan korban Suporter dari Solo.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Jatanras Polda DIY untuk mengejar para pelaku. 

"Kasus di Gejayan korbannya (suporter) Solo sekarang masih dilakukan pengejaran. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Jatanras Polda DIY untuk segera menangkap pelaku. Mudah-mudahan sudah ada titik terang," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved