Perang Rusia Ukraina
Rusia Sebut Hancurkan HIMARS Bantuan AS di Ukraina, Tapi Dibantah
Informasi mengenai dihancurkannya 4 HIMARS bantuan AS ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam briefing harian,
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KYIV – Perang Rusia Ukraina masih terus berkecamuk hingga saat ini.
Rusia pun mengeluarkan alat utama sistem persenjataan (alutsista)-nya untuk membombardir wilayah Ukraina.
Sementara Ukraina terus mendapatkan pasokan persenjataan dari barat dan Amerika untuk menghadapi Rusia.
Berbagai sistem persenjataan pun dikirimkan oleh Amerika Serikat ke Ukraina untuk membantu negara tersebut menghadapi Rusia.
Termasuk di antaranya adalah sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS).
Bahkan sistem persenjataan HIMARS sudah digunakan oleh militer Ukraina untuk melawan Rusia.
Di sisi lain, Rusia menyebut serangan militernya sudah menghancurkan 4 HIMARS bantuan dari Amerika Serikat.
Sistem persenjataan tersebut dihancurkan dalam kurun waktu 5-20 Juli lalu dalam serangan yang dilancarkan Rusia.
Informasi mengenai dihancurkannya 4 HIMARS bantuan AS ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam briefing harian, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (23/7/2022).
Sementara pihak Ukraina membantah klaim yang disampaikan oleh Rusia tersebut.
Baca juga: Rudal Presisi Tinggi Rusia Hancurkan Gudang Senjata Ukraina, Ribuan Alutsista Hancur Lebur
Menurut Ukraina, apa yang disampaikan oleh Rusia adalah cara untuk melemahkan dukungan dari Barat kepada negaranya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh pejabat AS dimana dia menyebut klaim dari Rusia tersebut tidak benar.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan dari masing-masing pihak.
Sebelumnya, Kyiv memuji kedatangan delapan unit HIMARS sebagai potensi game changer alias pengubah permainan untuk jalannya perang, yang sekarang akan memasuki bulan keenam.
HIMARS merupakan peluncur roket yang memiliki tingkat presisi tinggi serta menawarkan jangkauan yang lebih jauh daripada sistem artileri lainnya.
Senjata tersebut memungkinkan Kyiv untuk menyerang target-target Rusia dan gudang senjata dengan jarak yang lebih jauh di belakang garis depan.
Pada 6 Juli, beberapa hari setelah beberapa unit HIMARS pertama tiba di Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah menghancurkan dua di antaranya, merilis video dugaan serangan.
Ukraina membantah klaim Rusia. Kyiv balas mengatakan bahwa pihaknya menggunakan HIMARS untuk menimbulkan pukulan yang menghancurkan pada pasukan Rusia.
Seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Serhiy Leshchenko, mengatakan pada Jumat (22/7/2022) bahwa Ukraina terus menggunakan HIMARS untuk menyebabkan banyak kerugian bagi musuh.
“Rusia sedang mencoba untuk menghentikan pasokan senjata dari Barat dan mengintimidasi sekutu Ukraina dengan kekuatan fiksi angkatan bersenjata Rusia,” ujar Leshchenko.
Pekan ini, Kyiv menggunakan HIMARS untuk menyerang jembatan penting di seberang Sungai Dnipro di daerah yang dikuasai Rusia di wilayah Kherson.
Serangan tersebut membuat lubang besar mendorong pejabat lokal Rusia untuk memperingatkan bahwa jembatan itu bisa hancur total jika serangan berlanjut.
Pada Rabu (20/7/2022), AS menuturkan bahwa pihaknya akan mengirim empat HIMARS lagi ke Ukraina dalam paket dukungan militer terbarunya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rusia-Sebut-Hancurkan-HIMARS-Bantuan-AS-di-Ukraina.jpg)