Breaking News:

Covid Centaururs

Mengenal Apa Itu Centaurus Alias Omicron BA.2.75 yang Jadi Perhatian WHO, Apakah Lebih Menular?

Subvarian Centaurus diperkirakan menyebar lebih cepat daripada COVID-19 Omicron varian BA.5 dan BA.2.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Freepik
lustrasi Virus Corona - Gejala Omicron BA.2.75 atau Omicron Centaurus, subvarian baru yang jadi perhatian WHO. Pada dasarnya, gejalanya akan mirip dengan varian omicron lain. 

Tribunjogja.com - Belakangan ini kasus Covid-19 mulai beranjak lagi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Naiknya kasus Covid-19 ini diduga akibat sub varian baru bernama Omicron BA.2.75 atau Centaurus.

Subvarian Centaurus sudah terdeteksi di 10 negara termasuk Kanada, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Australia, Inggris bahkan Indonesia.

Subvarian Centaurus
Subvarian Centaurus disebut mirip dengan varian Omicron dan lebih mudah menular.

Di Indonesia subvarian Centaurus ditemukan di Jakarta dan Bali.

 

Pertama Ditemukan di India

Subvarian Centaurus BA.2.75 pertama kali ditemukan oleh para peneliti di India, seiring dengan merebaknya BA.5 yang melanda dunia.

Subvarian Omicron Centaurus pertama kali terdeteksi di India pada Mei 2022.

Sejak itu, subvarian Centaurus juga terdeteksi di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Jepang, Selandia Baru, dan Inggris.

Menurut epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, sifat subvarian Omicron BA.2.75 Centaurus adalah jumlah mutasi spike atau proteinnya sangat tinggi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved