KKB Papua

Polisi Deteksi Pergerakan KKB Papua Lamek Taplo, Pekerja di Pegunungan Bintang Diminta Waspada

Pergerakan dari KKB Papua pimpinan Lamek Taplo ini berpotensi mengancam keselamatan para pekerja yang berada di wilayah tersebut.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
KKB Papua pimpinan Lamek Taplo 

TRIBUNJOGJA.COM, JAYAPURA - Aparat kepolisian mendeteksi adanya pergerakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Lamek Taplo di wilayah Pegunungan Bintang Papua.

Pergerakan dari KKB Papua pimpinan Lamek Taplo ini berpotensi mengancam keselamatan para pekerja yang berada di wilayah tersebut.

Polisi mendeteksi pergerakan KKB Papua tersebut berpotensi melakukan penyerangan sehingga para pekerja diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi pada Selasa (19/7/2022) kemarin, muncul pesan suara yang isinya imbauan kepada para pekerja untuk mengamankan diri ke Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dikutip dari Tribun-Papua.com, pergerakan KKB Lamek Taplo ini terdeteksi setelah aksi biadap yang dilakukan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di wilayah Nduga pada Sabtu (16/7/2022) lalu.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait potensi ancaman dari KKB Papua pimpinan Lamek Taplo tersebut.

Aparat kepolisian pun meminta agar para pekerja di luar Distrik Oksibil untuk waspada.

"Kita sudah imbau karena kita dapat informasi juga, khususnya pekerja di distrik-distrik di luar Oksibil untuk berhati-hati," kata Cahyo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (20/8/2022).

Baca juga: Polda Papua : Tim Gabungan Akan Tangkap Pentolan KKB Papua Egianus Kogoya Hidup Atau Mati

"Kita memang tidak bisa memerintahkan mereka tarik karena itu menghambat (pembangunan). Cuma, kita harus sesuaikan dengan situasi dan ancaman yang ada," sambungnya.

Aparat kepolisian, kata Cahyo, mendapat informasi adanya pergerakan dari KKB kelompok Lamek Taplo.

"Dari hasil pemantauan dan patroli, kami dapat informasi memang ada pergerakan (KKB), cuma mau ke arah mana kami belum tahu," kata dia.

Cahyo juga mewaspadai kejadian pembantaian warga sipil seperti di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

Ia waspada, pembantaian tersebut memicu aksi serupa di wilayahnya.

Meskipun umumnya KKB bergerak di wilayah hutan yang tidak terdapat jaringan telekomunikasi, namun mereka masih mengikuti informasi yang terjadi di laur daerahnya.

"Gerakan mereka ini bersifat lokal tapi disiarkan lewat media sosial, takutnya itu (kejadian Nduga) memotivasi mereka untuk melakukan hal yang sama," katanya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved