Berita Bisnis Terkini
Penjualan Seragam Sekolah di Sleman Baru Mencapai 75 Persen
Peningkatan omzet dari hasil penjualan seragam sekolah di Pasar Sleman sebesar 75 persen atau setara dengan omzet Rp6 juta per hari.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seiring adanya pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru, menjadi keberkahan bagi para pelaku penjual seragam sekolah di Kabupaten Sleman , Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jironah (63), Pemilik Kios Al Hidayah 1985, tepat di bagian utara Pasar Sleman , turut terlihat sibuk menghitung baju seragam Sekolah Dasar di terasnya.
Ternyata ia mengalami kebanjiran pesanan seragam sekolah usai dua tahun di wilayahnya mengalami pandemi dan mengharuskan anak-anak melalui proses pembelajaran jarak jauh atau daring.
"Kalau tahun lalu penjualan seragam sekolah dapat dikatakan tidak laku sama sekali. Tapi kalau sekarang ya alhamdulillah," katanya, kepada Tribunjogja.com di tempat usahanya, Rabu (20/7/2022).
Baca juga: Masuk Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam dan Atribut Sekolah di Kota Yogyakarta Meningkat
Kini ia mengalami peningkatan omzet dari hasil penjualan seragam sekolah sebesar 75 persen atau setara dengan omzet Rp6 juta per hari.
Dibandingkan penjualan seragam pada saat sebelum Covid-19 muncul, Jironah bisa menjual 100 persen seragam sekolah atau setara dengan omzet Rp9 juta per hari.
Saat ini, seragam untuk siswa SD paling banyak dicari dari pada seragam SMP dan SMA.
Pembelinya pun, rata-rata hanya berasal dari warga lokal di Kabupaten Sleman .
Harga seragam yang dijualnya di mulai dari Rp100 ribu - Rp130 ribu per pasangnya.
"Jadi untuk anak SD itu bisa Rp100 ribu per pasang, tapi kalau anak SMP dan SMA bisa Rp130 ribu per pasang," lanjutnya.
Baca juga: Masuki Tahun Ajaran Baru 2022/2023, MAN 2 Yogyakarta Siapkan Seragam Hibah untuk Siswa
Kendati demikian, adanya peningkatan daya tarik pembeli seragam sekolah menjadikan stok seragam tersebut susah untuk didapatkan.
"Stoknya susah, sekarang dari pabrik selalu telat datang. Stok seragam itu sendiri kami datangkan dari Solo, Jawa Tengah dan nanti datangnya setiap lima hari sekali," ujarnya.
Maka dari itu, kini dia hanya bisa mendapat 45 potong seragam sekolah dari pemasok seragam sekolah.
"Tapi kadang-kadang lebih, karena tergantung barangnya ada atau tidak. Kemungkinan karena situasi saat ini masih ada Covid, jadi pabrik yang membuat seragam sekolah beberapa waktu lalu tidak produksi. Kemungkinan itu masih stok seragam sekolah yang sisa pada tahun lalu dan sekarang pabrik itu baru produksi seragam sekolah lagi," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penjualan-Seragam-Sekolah-di-Sleman-Baru-Mencapai-75-Persen.jpg)