Wawancara Eksklusif
Bincang Bersama Direktur Pencegahan BNPT: Terorisme Itu Mirip Virus
Dia menegaskan tak semua daerah dengan indeks potensi radikalisme yang tinggi selalu menjadi daerah yang memproduksi para teroris
Belum tentu. Teroris itu aksinya, tindakannya, perbuatannya. Radikalisme itu pohonnya atau fase menuju teroris, sehingga dapat dikatakan semua terorisme pasti berpaham radikal. Tetapi tidak semua orang radikal itu otomatis menjadi teroris.
Berdasarkan pengalaman, apa yang menjadi faktor penentu ketika daerah itu banyak yang memiliki paham radikal, tapi supply terorisnya sedikit?
Terorisme itu kan kejahatan. Kejahatan itu terjadi karena bertemunya antara faktor niat dan kesempatan. Niatnya sudah radikal karena dipicu oleh pemahaman yang menyimpang hingga kebencian, ketemu dengan lingkungan yang radikal, ketemu jaringan teror, ketemu donatur, kalau niat ketemu kesempatan terjadi aksi teroris. Mungkin pohonnya banyak tapi momennya tidak ketemu. Bisa juga pohonnya sedikit tapi ketemu kesempatan.
Apa pendapat Anda terkait fenomena lonewolf?
Tetap mereka melakukan aksi terorisme pasti karena terpapar paham radikal. Mereka mungkin terpapar di dunia maya atau oleh oknum tokoh agama, tapi memang tidak terkoneksi dengan jaringan teror. Tapi secara ideologis dia terpapar. Virus ini bisa berpotensi memapar siapa saja, tidak terikat dengan syarat, profesi, bahkan tidak juga dengan kadar intelektualitas seseorang.
Ada intelektual yang terpapar?
Ada. Doktor Azhari, Osama bin Laden, dan Oman Abdurachman Sulaeman tokoh JAD yang sekarang sudah ditahan divonis hukuman mati tapi belum dieksekusi. Itu Oman umur 19 tahun hafal Al-Quran 30 juz, berarti cerdas. Dan banyak sekali yang terpapar paham ini. (Tribun Network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Brigjen-Pol-Ahmad-Nurwahid-Direktur-Pencegahan-BNPT.jpg)