Waspada, Inilah Tanda-tanda dan Gejala Gagal Ginjal Kronis yang Sering Tak Dirasakan

Biasanya, gejala gagal ginjal kronis baru terasa ketika sudah mencapai stadium 4 dan 5 akibat beratnya gangguan metabolisme tubuh.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Tanda-tanda penyakit ginjal kronis 

 

Tribunjogja.com -  Gagal ginjal kronis adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap akibat kerusakan jaringan ginjal.

Secara medis, gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penurunan laju penyaringan ginjal selama 3 bulan atau lebih. 

Gejala gagal ginjal kronis stadium 1–3 biasanya tidak begitu terlihat.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

Gagal ginjal kronis disebabkan oleh kerusakan jaringan ginjal yang dipicu oleh penyakit jangka panjang.

Beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab gagal ginjal kronis adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit asam urat.

Biasanya, gejala gagal ginjal kronis baru terasa ketika sudah mencapai stadium 4 dan 5 akibat beratnya gangguan metabolisme tubuh.

Dilansir dari Hermina Hosptals, berikut gejala yang ditemukan pada penderita GGK antara lain:

-Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali

-Bengkak di kaki dan pergelangan kaki

-Buang air kecil menjadi sedikit

-Ditemukan urine dalam darah

Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit ginjal stadium akhir. Yang artinya bahwa ginjal telah mengalami kerusakan serius hingga tidak bisa disembuhkan kembali.

Untuk menolong pasien, maka bisa dilakukan transplantasi ginjal atau melakukan cuci darah secara rutin.

Baca juga: Tanda-tanda dan Gejala yang Muncul dari Tubuh Ketika Terkena Penyakit Ginjal Stadium Awal

Apa saja gejala yang muncul pada penyakit ginjal stadium akhir ini?

Untuku diketahui bahwa pada stadium akhir, berarti ginjal Anda bekerja pada kapasitas kurang dari 15 persen atau Anda mengalami gagal ginjal.

Ketika itu terjadi, penumpukan limbah dan racun menjadi hal yang mengancam jiwa. Ini adalah penyakit ginjal stadium akhir.

Setelah Anda mengalami gagal ginjal total, harapan hidup hanya beberapa bulan tanpa dialisis atau transplantasi ginjal.

Dialisis bukanlah obat untuk penyakit ginjal, tetapi proses untuk membuang limbah dan cairan dari darah Anda. Ada dua jenis dialisis, hemodialisis dan dialisis peritoneal.

Baca juga: 8 Cara Mudah Membersihkan Ginjal, Cukup Konsumsi Kurma hingga Delima

Terapi Pengganti Ginjal

Untuk pasien gagal ginjal kronis tahap akhir atau stadium 5, penanganan yang dapat dilakukan adalah mengganti tugas ginjal dalam tubuh dengan terapi pengganti ginjal. Terapi ini terdiri dari:

1. Dialisis

Dialisis adalah proses penyaringan limbah dan cairan dalam tubuh. Terdapat dua jenis dialisis, yakni:

Hemodialisis atau biasa dikenal dengan cuci darah, yakni prosedur dialisis yang menggunakan mesin

CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis), yaitu dialisis yang dilakukan dengan memasukkan cairan dialisis ke dalam perut melalui lubang buatan

2. Tranplantasi ginjal

Pada transplantasi ginjal, ginjal pasien diganti dengan ginjal sehat dari pendonor. Pasien tidak perlu lagi menjalani cuci darah seumur hidup setelah transplantasi. Namun, pasien perlu mengonsumsi obat imunosupresif dalam jangka panjang, untuk menghindari risiko penolakan organ cangkok.

Selama penanganan berlangsung, pasien perlu menjalani pemeriksaan secara rutin agar kondisinya senantiasa terpantau.

Dalam masa pandemik Covid-19, RS Hermina Galaxy menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Ke rumah sakit tanpa khawatir karena RS Hermina Galaxy berkomitmen akan selalu memberikan pelayanan dengan aman dan nyaman kepada seluruh pasien rawat inap dan rawat jalan serta selalu menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.  

(HerminaHospitals/Health Line)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved