Lomba Inovasi Musik Nusantara Kembali Digelar dengan Total Hadiah Ratusan Juta  

Lomba Inovasi Musik Nusantara (Linmtara) kembali digelar pada tahun 2022 ini. Salah satu program dari Kementrian Pendidikan Budaya

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Konferensi pers Lomba Inovasi Musik Nusantara (Linmtara) di Bantul, Selasa (12/7/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lomba Inovasi Musik Nusantara (Linmtara) kembali digelar pada tahun 2022 ini.

Salah satu program dari Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bekerjasama dengan Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti) ini mengajak para musisi menggali makna dari Candi Borobudur .
 
Setyawan Jayantoro selaku Ketua Panitia Linmtara, menyampaikan bahwa event ini telah sukses diselenggarakan di tahun 2021 kemarin dan diikuti 242 kelompok yang berasal dari 29 provinsi dan 120 Kota/Kabupaten se-Indonesia. 

Baca juga: Harga Bawang Merah di Pasar Beringharjo Turun Jadi Rp 55ribu per Kilogram

"Raihan ini tentu menjadi catatan krusial yang memperlihatkan antusiasme masyarakat, khususnya semangat generasi muda dalam berperan serta mengembangkan inovasi musik tradisi nusantara melalui berbagai wujud kreativitas yang sangat menjanjikan," ungkapnya saat konferensi pers di Bantul, Selasa (12/7/2022).

Ia optimis, perjalanan Linmtara berpotensi kuat akan menjadi tren di kalangan generasi muda musik nusantara dalam mengapresiasi kekayaan musik tradisi Indonesia melalui sebuah ajang kompetisi yang mendidik.

"Pengayaan literasi, perluasan apresiasi, dan publikasi karya menjadi pilar penyelenggaraan Linmtara," imbuhnya.

Adapun pendaftaran kompetisi ini telah dibuka sejak 1 Juli sampai 4 September dan pendaftaran melalui website www.linmtara.com .

Ajang ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh grup musik dengan minimal jumlah anggota sebanyak empat orang dan maksimal delapan orang.

Para peserta juga dibebaskan untuk berkolaborasi dengan warga negara asing (WNA) maksimal satu orang.

Dijelaskan Setyawan, adapun materi dan ketentuan lomba tersebut nantinya akan mengajak para musisi untuk membuat komposisi berupa lagu berbasis pada kekayaan musik tradisi nusantara. Yang dimana untuk cakupan karyanya bisa berupa garapan instrumental serta vokal.

"Untuk lirik peserta dapat menggunakan bahasa Indonesia, daerah maupun asing. Namun karya harus seratus persen baru, bukan aransemen ataupun daur ulang serta belum pernah dipublikasikan," urainya.

Untuk tema lagu, panitia memang sengaja mengangkat representasi nilai-nilai relief Candi Borobudur. Dengan pilihan tema seperti Keagungan Peradaban, Kebudayaan Nusantara, Cinta Tanah Air, Keberagaman, Gotong Royong dan Keindahan Alam Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut bahwa lomba ini bukan hanya berhenti pada perebutan gelar kejuaraan dan hadiahnya saja, namun juga ada rangkaian integral dengan berbagai proses edukasi yang intensif, mulai dari sarasehan, diskusi bersama artis/seniman melalui podcast tematik, mentoring 25 besar dan masterclass.

"Sepuluh peserta terbaik nantinya juga akan mendapat hadiah, masing-masing sebesar Rp 22 juta serta dipublikasikan dalam Closing Program Linmtara 2022 di Candi Borobudur pada 10 Oktober 2022 mendatang," bebernya.

Nilo Wardhani, Ketua Yayasan Atsanti, memberikan penegasan bahwa eksistensi dari penyelenggaraan program Linmtara ini harus dapat memperkokoh pijakan semua pihak sebagai bangsa yang besar untuk terus menggali nilai-nilai spiritualitas budaya Nusantara yang tercermin dari musik tradisi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved