Magelang

Akhir Kisah Guru Ngaji Asal Magelang Cabuli Murid, Empat Korban, Satu Hamil

Berita Magelang Hari ini tentang pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru ngaji di Magelang kepada muridnya. Pengakuan ada empat murid, satu hamil

Tribunjogja.com | Nanda Sagita
Tersangka MS saat dihadirkan dalam konferensi pers di lobi depan Mako Polres Magelang, Selasa (12/07/2022). 

Tribunjogja.com Magelang - Kasus guru bertindak asusila kepada murid terjadi di Kabupaten Magelang.

Kasus ini terungkap setelah satu diantara korban melapor ke polisi sebab anaknya hamil.

Bagaimana kasus itu bisa terjadi?

Berikut adalah penjelasan dari Kepolisian Resort Magelang saat konferensi pers di lobi depan mako Polres Magelang, Selasa (12/07/2022) :

Tersangka MS saat dihadirkan dalam konferensi pers di lobi depan Mako Polres Magelang, Selasa (12/07/2022).
Tersangka MS saat dihadirkan dalam konferensi pers di lobi depan Mako Polres Magelang, Selasa (12/07/2022). (Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting)

Oknum guru ngaji itu oleh polisi diinisial MS. Umurnya 31 tahun. Tersangka adalah warga Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tersangka melakukan tindakan tak senonoh hingga pemerkosaan kepada empat murid pada kurun waktu antara Desember 2021 hingga Mei 2022.

Kapolres Magelang, AKBP Mohammad Sajarod Zakun mengungkapkan, untuk memuluskan aksinya, tersangka menggunakan modus memberikan tugas piket kebersihan sesuai mengaji.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah rumah tersangka Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Tersangka mengaku sudah melakukan perbuatannya pada empat korban."Kata Kapolres.

Dari empat korban, ada satu korban berinisial W (18) saat kejadian berusia 17 tahun, dinyatakan hamil dengan usia kandungan sekitar 4 bulan.

Tersangka MS memang membuka tempat belajar mengaji di rumahnya.

Dari pengakuan tersangka ada sekitar 90 anak baik laki-laki maupun perempuan belajar mengaji di sana.

"Dari pengakuan tersangka sudah mengajar sejak tiga tahun lalu. Tersangka MS yang juga bekerja sebagai petani ini, sudah memiliki seorang istri dan satu orang anak.
"Setiap melakukan tindakan asusila terhadap muridnya, tersangka selalu memastikan istrinya tidak berada di rumah,"kata Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Setyo
Hermawan.

Jika ingin melaksanakan tindakan asusila itu maka murid incarannya diminta untuk merapikan peralatan mengaji, mengepel, atau menyapu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved