Travel

Lebih Dekat dengan Omah Kecebong, Destinasi Wisata Alam Incaran Turis Mancanegara 

Omah Kecebong menjadi destinasi wisata alam yang menyuguhkan aktivitas orang Jawa.

Tayang:
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Wisatawan sedang mengenakan busana Jawa sekaligus mengabadikan momen mereka di Omah Kecebong, Kamis (7/7/2022) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Omah Kecebong menjadi tempat wisata alam di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana kerap dikunjungi oleh beberapa wisatawan domestik hingga mancanegara. 

Pemilik Omah Kecebong , Hasan Setyo Prayoga, mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan di Omah Kecebong mulai mengalami peningkatan. 

"Puncak kami pada Agustus 2022 di mana terdapat tamu 1.000 orang dalam satu sesi. Jadi, gerobak wisata dan aktivitas budaya akan bergerak lagi," jelasnya, di Omah Kecebong , Kamis (7/7/2022) siang. 

Bahkan para wisatawan dari Jakarta dan Surabaya hingga Pulau Sulawesi sering mengunjungi lokasi tersebut. 

Baca juga: Momen Libur Sekolah, Jumlah Kunjungan di Wisata Alam Kaliurang Capai 18.059 Pengunjung 

Tidak hanya itu saya, wisatawan asing dari Prancis dan Thailand turut ingin mengenal budaya atau tradisi di Jawa dengan mengikuti kegiatan bertani, jemparingan, berbusana Jawa, dan mencoba berbagai macam kuliner yang ada di Omah Kecebong

Pada Juni 2022, pihaknya mencatat sebanyak 1.150 wisatawan dari berbagai kota telah mengunjungi tempat wisata itu. 

Omah Kecebong , menjadi destinasi wisata alam yang menyuguhkan aktivitas orang Jawa dan dikenal bahwa Omah Kecebong ialah bagian dari window of Yogyakarta . 

Pasalnya, beberapa wisatawan yang tiba di Yogyakarta International Airport, di mana sebelum melakukan aktivitas maupun check in Hotel, beberapa di antaranya pasti akan berkunjung ke Omah Kecebong terlebih dahulu. 

Wisatawan tersebut, dapat mencoba berbusana Jawa, menikmati kuliner Jawa, menjelajah alam pedesaan dengan menggunakan grobak sapi, hingga fun game outbound berupa aktivitas berbau budaya. 

Di dalam Omah Kecebong , wisatawan dapat mencoba tari beksan wanara, jemparingan, melukis caping, melukis kipas dan membatik. 

"Karena kegiatan kami sepenuhnya melibatkan masyarakat. Kami banyak memberdayakan masyarakat dari Ketingan untuk bergodo, ibu-ibu PKK dari Sendari untuk menggunakan pakaian atau busana Jawa, dan dari Bedong untuk membatik," sambungnya. 

Omah Kecebong berdiri pada 2015, di mana awalnya ingin menjadi tempat wisata dengan gaya yang berbeda.

Baca juga: Kunjungan Wisata ke Sleman Naik Hingga 70 Persen Selama Masa Libur Sekolah

Sehingga wisatawan yang mengunjungi DIY tidak hanya ke Keraton Yogyakarta, Malioboro, hingga Borobudur saja.

Tetapi dapat menjelajahi wisata alam. 

"Inspirasi Omah Kecebong , di mana saya pernah mengunjungi Kota Volendam, di Belanda. Saya melihat ada orang-orang yang senang berfoto dengan busana Jawa di sana, dari busana milik Gus Dur yang lagi terpapang di sana. Maka dari itu, saya ingin turut melestarikan budaya sendiri dengan cara yang berbeda," ujarnya. 

Tidak heran, pihaknya pun memiliki 3.000 koleksi busana Jawa.

Khusus untuk busana perempuan terdapat kebaya lurik, kebaya jumputan dan kebaya bunga-bunga desa, sedangkan busana untuk laki-laki terdapat surjan lurik dan surjan bunga. 

Awal berdiri Omah Kecebong hanya memiliki luas 2500 meter, namun kini telah mencapai 2 hektare. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved