PPDB 2022

PPDB Online di Klaten Pada Tahun 2022: Sebanyak 1.121 Kursi di 23 SMP Negeri Masih Kosong

Sebanyak 1.121 kuota Siswa yang tersebar di 23 sekolah menengah pertama negeri ( SMPN ) di Kabupaten Klaten , Jawa Tengah belum terisi.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 1.121 kuota Siswa yang tersebar di 23 sekolah menengah pertama negeri ( SMPN ) di Kabupaten Klaten , Jawa Tengah belum terisi.

Adapun, total Siswa yang melamar dan lulus pada penerimaan peserta didik baru ( PPDB ) Online di daerah itu sebanyak 13.010 Siswa .

Padahal daya tampung siswa di 65 SMPN yang ada di Kabupaten Klaten mencapai 14.131 siswa.

Baca juga: Jelang Iduladha , Ada 89 Titik Pasar Tiban Hewan Kurban Terpantau di Sleman 

Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Bintang Agastya, mengatakan kekurangan jumlah kuota siswa di 23 SMP Negeri di Klaten itu cukup bervariasi.

"Setelah kemarin kita selesai melakukan verifikasi PPDB Online, itu ada 23 sekolah yang belum memenuhi kuota dan jumlahnya bervariasi mulai dari kurang 10 siswa sampai ada yang di atas 100 siswa," ujarnya pada TribunJogja.com Rabu (6/7/2022).

Menurut dia, penyebab 23 SMP Negeri sampai kekurangan siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ia mencontohkan seperti di SMPN 3 Karanganom.

Di sekitar sekolah itu, berdiri juga sejumlah SMP Negeri yang jaraknya cukup berdekatan. Kemudian ada juga sekolah swasta.

"Lalu ada juga yang di wilayah SMP itu berada lulusan SD-nya cukup sedikit," akunya.

Untuk memenuhi kuota siswa di 23 SMP Negeri itu, lanjut Bintang, pihaknya bakal membuka PPDB offline bagi 23 SMP Negeri itu.

"Itu nanti sekolah yang belum kuotanya terpenuhi dibuka pendaftaran offline. Biasanya bisa juga menghubungi siswa yang sempat terlempar saat PPDB online kemarin," ulasnya.

Ia menegaskan, PPDB Offline itu tidak memakai sistem zonasi lagi sebab, tujuannya untuk memenuhi kuota sekolah yang kekurangan siswa.

"Intinya siswa itu kan butuh murid karena kekurangan kuota, biasanya itu otomatis peserta didik nyari yang dekat rumahnya," katanya.

Bintang kemudian merincikan, SMPN 3 Polanharjo pada PPDB Online tahun 2022 ini hanya mendapatkan sebanyak 39 siswa.

Kemudian, SMPN 3 Karanganom menjadi sekolah paling sedikit mendapat siswa, yakni hanya mendapatkan siswa sebanyak 19 orang atau satu rombongan belajar (rombel).

Baca juga: Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Dongeng, Ini Ketentuannya

"Tapi SMPN 3 Karanganom ini kuotanya cuma 96 siswa dan yang daftar cuma 19 siswa artinya kurang 77 siswa. Tapi ini kan data online, kalau offline kita belum dapat," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan jika pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan zonasi pada PPDB online SMP tersebut.

"Kami sudah minta kepala Disdik dan Pj Sekda untuk mengevaluasi pemberlakuan zonasi ini. Apakah ini sudah baku seperti itu dari pusat. Karena sangat mengikat sekali karena praktek di lapangan kasihan anak dan orang tua," ucapnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved