Gelombang Tinggi Pantai Selatan Capai 6 Meter, BPBD DIY Imbau Wisatawan Hati-hati
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Biwara Yuswantana membenarkan, sesuai dengan prakiraan BMKG , gelombang tinggi
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memperbarui informasi tentang peringatan gelombang tinggi .
BMKG meminta kewaspadaan gelombang tinggi pada Jumat 24 Juni 2022 pukul 14.00 WIB sampai dengan Minggu 26 Juni 2022 pukul 14.00 WIB.
Peringatan tersebut disampaikan di situs resmi BMKG di maritim.bmkg.go.id .
Diperkirakan, area perairan dengan gelombang sangat tinggi sekitar 4-6 meter terjadi di perairan selatan Jawa hingga Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga: Berkunjung ke Rumah Seni Pucung, Berisi Figur Para Pemimpin Karya Purjito Maestro Patung Asal Sleman
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat daya ke barat dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kepulauan Mentawai, Perairan barat Lampung juga Perairan selatan Jawa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Biwara Yuswantana membenarkan, sesuai dengan prakiraan BMKG , gelombang tinggi masih bisa terjadi di perairan laut DIY.
“Info ini sudah kami sampaikan melalui berbagai platform media sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat yang ingin berkunjung ke area wisata di dekat perairan laut DIY, harus waspada,” kata Biwara kepada Tribun Jogja, Sabtu (25/6/2022).
Dia meminta, wisatawan diwajibkan untuk mematuhi rambu-rambu yang ada di obyek wisata pantai selatan.
Sebab, dengan mematuhi rambu-rambu, maka pengunjung bisa terhindar dari marabahaya, apalagi di masa gelombang tinggi.
“Wisatawan juga perlu mematuhi peringatan yang diberikan SAR Satlinmas Pantai Selatan dan aparat keamanan demi proteksi masing-masing diri,” tandasnya.
Baca juga: IIM 2022 Jadi Ajang Kumpul Bareng Aneka Komunitas Lari di Tanah Air
Sementara, BMKG memberikan saran keselamatan kepada nelayan.
Menurut BMKG , harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dengan perahu nelayan untuk kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter.
Kemudian, untuk kapal tongkang, waspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter.
Untuk kapal ferry, waspadai kecepatan angin yang lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2,5 meter.
Sementara, untuk kapal berukuran besar, seperti kargo maupun pesiar, waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4 meter. (Ard)