Kisah Inspiratif

Berkunjung ke Rumah Seni Pucung, Berisi Figur Para Pemimpin Karya Purjito Maestro Patung Asal Sleman

Tujuh figur pemimpin negara Indonesia yakni Bung Karno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono serta Joko Widodo

TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Maestro patung asal Sleman DI Yogyakarta, Purjito menunjukkan patung cor perunggu figur-figur para pemimpin negara Indonesia yang tersimpan di Rumah Seni Pucung, Jogotirto, Berbah, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tujuh figur pemimpin negara Indonesia yakni Bung Karno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono serta Joko Widodo "dipertemukan" maestro patung Purjito dalam satu ruang di Rumah Seni Pucung, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Patung cor perunggu figur-figur para pemimpin negara Indonesia seakan "mempertemukan" mereka yang sudah berpulang di antaranya Bung Karno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, plus Ainun Habibie (satu-satunya yang dihadirkan bersama pasangannya) dengan sosok yang kini masih ada keberadaannya yakni Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono serta Presiden Joko Widodo.

Purjito mengatakan, para pemimpin Indonesia sengaja ia hadirkan dalam bentuk patung cor perunggu dilandasi perjuangan figur-figur tersebut dalam membangun negara dan bangsanya. Karyanya tersebut pernah dipamerkan dalam pameran bertajuk "Memorandum" tahun 2015 serta dipamerkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno menyambut Asian Games pada 2018.

Baca juga: Honest Pineapple feat Bahtera Garap Ulang Single Simulakra

Dalam penciptaan karya-karyanya tersebut, Purjito menjelaskan bahwa yang terpenting yakni bukan hanya wajah, melainkan postur tubuh.

"Potret itu kan tidak hanya pada bagian wajah, dilihat dari belakang pun seharusnya kita bisa tahu figur patung tersebut siapa. Sehingga penting untuk pematung itu memiliki data yang lengkap," kata Purjito ditemui di Rumah Seni Pucung, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Sehingga, lanjut Purjito, penting untuk mengumpulkan data baik gambar, foto dari segala sisi, dan wawasan mengenai figur-figur yang akan dibuat.

Selain patung cor figur pemimpin negara Indonesia, Rumah Seni Pucung, Jogotirto, Berbah, Sleman yang ke depan direncanakan dibuka untuk umum juga menyimpan karya-karya sang maestro patung yang dikenal memiliki kemampuan teknik bentuk realistik dalam berkarya.

Di antaranya ialah patung berjudul Miranda (aluminium, 160x73x25 cm, 2012) tampil sebagai sosok figur Miranda Goeltom dengan struktur seperti bentuk anak kunci. Bagi Purjito, Miranda merupakan Miranda Goeltom merupakan sosok perempuan tangguh yang menghadapi semua persoalan tampak tak gentar dan menerima resiko serta konsekuensi dengan tegar.

Karya Purjito lainnya yang tersimpan di Rumah Seni Pucung ialah patung perunggu berjudul "Merenung". Dalam karya ini, Purjito menampilkan secara apik sosok istrinya, Sirtihana.

Bagi Purjito, tak mudah membuat patung sosok sang istri. Setelah sekian lama proses membentuk, Purjito nyaris putus asa karena merasa tak kunjung mendapatkan karakter yang diinginkan.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Sleman Naik Perlahan, Saat Ini Tercatat Ada 42 Pasien 

Langkah di luar prosedur teknik patung pun ditempuh. Dia menyampaikan permintaan kepada istrinya untuk ikhlas dibuat patungnya.

Setelah sang istri ikhlas, Purjito mulai bekerja. Seperti menemukan energi baru, dan dalam waktu yang relatif cepat, karakter sang istri yang tengah duduk termenung, tertangkap dengan baik.

Dalam rentang waktu 34 tahun berkarier sebagai perupa, Purjito telah menggelar sejumlah pameran tunggal di antaranya adalah Pameran Tugas Akhir di ISI Yogyakarta (1988); "Mentari Kecil" di Galeri 678, Kemang, Jakarta (2007); "Mandala Cakra" di FSRD ITB (2009); "Sembah" di Taman Budaya Yogyakarta (2014); "Memorandum" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2015); "Di Balik Senyap di House of Sampoerna Surabaya (2017) dan "Rahim Bumi Ibu Pertiwi" di Hyatt Regency Yogyakarta (2018). (Han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved