Berita Bantul Hari Ini
Nyaris 2.000 Ternak di Bantul Terjangkit PMK, Sebanyak 16 Hewan di antaranya Dipotong Paksa
Kepala DKPP Bantul , Joko Waluyo menjelaskan, dari ribuan ternak yang terpapar itu, 90 ekor ternak dinyatakan sembuh dan 16 ekor ternak dipotong
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus penyakit mulut dan kuku ( PMK ) yang menyerang ternak di Kabupaten Bantul terus menyebar.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mendata ada 1.737 ternak terpapar PMK per Kamis (23/6/2022).
Kepala DKPP Bantul , Joko Waluyo menjelaskan, dari ribuan ternak yang terpapar itu, 90 ekor ternak dinyatakan sembuh dan 16 ekor ternak dipotong paksa.
Ternak yang dipotong paksa sebagian besar adalah sapi.
Baca juga: Babi Hutan Mengamuk dan Menyerang Warga Magelang, Tiga Orang Alami Luka-Luka
Joko menyatakan bahwa ternak yang terpapar PMK masih bisa dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi karena penyakit ini tidak menular ke manusia.
Namun demikian, untuk bagian kepala, jeroan dan kaki harus dibuang.
"Penyakit ini tidak menular ke manusia. Namun masyarakat tetap harus memasaknya dengan sempurna. Dan bagian kepala, jeroan dan kaki tetap harus dibuang," ungkapnya.
Joko memastikan hampir semua hewan ternak yang terpapar PMK merupakan ternak yang didatangkan dari luar Bantul .
DKPP Bantul sendiri tak bisa berbuat banyak karena banyak jalan tikus yang tidak bisa diawasi oleh petugas.
"Kan banyak jalan tikus untuk lalu lintas ternak antar daerah yang kita akui tidak bisa memantaunya," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Joko juga memaparkan, imbas dari PMK menyebabkan harga ternak khususnya untuk kurban menjadi melonjak tajam.
Jika pada Idul Adha tahun 2021 lalu harga satu ekor sapi kurban Rp 20 juta namun saat ini harganya sudah tembus Rp 28 juta.
"Hukum ekonomi berjalan, pasokan sedikit maka harga melambung dan saat ini hukum ekonomi berjalan," imbuhnya.
Salah satu pedagang hewan kurban asal Bantul , Agus Sriyono mengatakan sulit mencari hewan untuk kurban akibat wabah PMK .
Pekan lalu, 150 ekor sapi untuk kurban sudah habis terjual dan saat ini ia kesulitan mendapatkan stok hewan kurban, khususnya sapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-sapi-kurban.jpg)